oleh

Selama PSBB, Brimob Jabar Akan Patroli

Warga Khawatir Terjadi Penjarahan

SUMEDANGEKSPRES.COM – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai digelar hari ini (22/4), dikhawatirkan sejumlah warga menimbulkan kerawanan kriminalitas.

Sebab dengan ditutupnya warung dan toko serta aktivitas berkerumun, kejahatan akan semakin meningkat. Seperti penjarahan toko dan minimarket.
Seperti dikatakan salah seorang warga Jatinangor, Eka Sukmaji. Menurutnya, dibatasinya kerumunan sosial, jelas kampung akan sepi.

Di waktu seperti itu, potensi aksi pencurian dan kejahatan dikhawatirkan akan terjadi.

“Semisal warung ditutup. Aktivitas warga tidak ada karena tidak diperbolehkan. Penjahat atau warga yang kelaparan bisa saja nekad menggasak warung. Mending warungnya yang diisi penghuni, coba kalau warung atau toko yang ditinggal penghuninya,” katanya, kemarin (21/4).

Oleh karena itu, warga meminta pengamanan kepada aparat TNI dan Polri serta sistem pemberlakuan PSBB seperti apa. Agar, masyarakat nyaman jika harus meninggalkan tokonya atau warungnya saat PSBB.

“Termasuk warga juga meminta kejelasan bagaimana jika ada warga yang berprofesi sebagai ojek online atau jasa pengiriman barang yang harus dikirim ke zona merah. Apakah tetap diperbolehkan atau tidak. Kan sosialisasi PSBB-nya tidak sejauh itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kabagops Satbrimob Polda Jabar, Kompol Bagus Amrulloh SIk mengatakan, Brimob akan membackup masing-masing kabupaten/kota dalam pelaksanaan PSBB.

Dalam sehari, Brimob akan patroli ke check point (Posko Tugas Covid-19) serta patroli ke tiap wilayah sebanyak tiga kali.
Hal itu, lanjut Kabagops, agar menjaga kondusivitas dan kenyamanan warga saat pemberlakuan PSBB.

“Mengenai kewenangannya ada di pemda masing-masing, apakah kerumunan dibubarkan atau bagaimana. Brimob hanya membackup apabila terjadi kerusuhan atau penjarahaan massa ke warung atau toko,” katanya.

Termasuk, apakah personel Brimob juga akan membubarkan massa dengan water canon, itu harus persetujuan pemda masing-masing.

“Kalau diminta ya bisa saja dilakukan,” tukasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed