oleh

Larangan Mudik Sudah Resmi, yang Melanggar Dihadiahi Denda

SUMEDANGEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menetapkan larangan sementara penggunaan sarana transportasi untuk mudik, baik darat, laut maupun udara.

Aturan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan tanggal 23 April 2020 Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah yang telah diresmikan kemarin sebagai upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Dalam Peraturan itu, larangan mudik tersebut berlaku dari mulai Jumat, 24 April 2020 kemarin.

“Berlaku bagi moda transportasi yang keluar masuk di wilayah – wilayah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan zona merah penyebaran Covid-19,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri dalam siaran persnya di Gedung IPP Setda Sumedang, kemarin.

Adapun, lanjut Iwa, untuk jalur darat akan dibuka kembali pada tanggal 31 Mei mendatang. Sedangkan ereta api sampai dengan 15 Juni, Kapal Laut sampai dengan 8 Juni dan pesawat hingga tanggal 1 Juni 2020.

“Itu tercantum dalam Pasal 2 pada Permenhub Nomor 25 Tahun 2020. Juga telah diatur pula pemberian sanksi secara bertahap, mulai dari pemberian peringatan dan teguran secara persuasif. Bahkan hingga pemberian sanksi denda untuk para pengguna kendaraan pribadi yang membawa penumpang dengan tujuan untuk mudik,” terangnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Sumedang, mulai memberlakukan PSBB sejak Rabu 22 April 2020 lalu, hingga 14 hari kedepan. Dengan penerapan PSBB tersebut, Kabupaten Sumedang mendirikan
sepuluh titik pemantauan di perbatasan.

“Diantaranya wilayah Jatinangor dan Cimanggung perbatasan Sumedang – Bandung, di wilayah Wado dan wilayah Cibugel perbatasan Sumedang – Garut. di wilayah Jatinunggal dan Tomo, perbatasan Sumedang – Majalengka, di wilayah Surian dan Buahdua, perbatasan Sumedang-Indramayu. Serta di wilayah Tanjungmedar dan Rancakalong, perbatasan Sumedang-Subang,” tuturnya. (Cr1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed