oleh

Selama Pandemi Korona, Terjadi 144 Kasus Suspect DBD

SUMEDANGEKSPRES.COM – Sekretaris Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Anna Sabana menyebutkan, terhitung sejak Maret hingga April 2020, tercatat sebanyak 144 kasus suspect Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kasus ini, terjadi hampir di setiap kecamatan. Kecuali kecamatan Tanjungsari, Sukasari, Rancakalong, Cisitu, Jatigede, Cimalaka dan kecamatan Surian.

“Maret tercatat 114 kasus dan April 30 kasus,” katanya saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (15/5).

Kata Anna, DBD disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti.

“Gejalanya panas, mimisan serta manifestasi pendarahan (bercak merah pada kulit),” katanya.

Meskipun jumlah kasus cukup banyak, namun sejauh ini, tidak mengakibatkan korban jiwa.

“Mereka ada yang dirawat di rumah sakit dan ada yang tidak,” ucapnya.

Upaya mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan petugas surveilans kesehatan di 35 puskesmas yang terdampak.

“Kami  akan melakukan penyelidikan epidemiologi di wilayah kerja puskesmas masing-masing” ujarnya.

Sebagai langkah yang efektif, pihaknya mengimbau masyarakat untuk proaktif dengan mengoptimalkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Caranya, dengan menutup penampungan air bersih, menguras bak mandi seminggu sekali dan mengubur (3M) barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan. Serta, membubuhkan bubuk abate pada penampungan air yang tidak mungkin dibersihkan seminggu sekali.

“Kalau ada penampungan air yang tidak mungkin dikuras, maka harus diberi bubuk abate, dengan takaran satu gram bubuk abate unyuk 10 liter air. Jangan beli di semabrang orang, karenan dinkes tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi penjualan secara keliling di masyarakat. Hanya bisa dibeli di apotek,” tukasnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed