oleh

Kalah Pilkada, Suara Pileg Turun, Ali Badjri: Golkar Butuh Pemimpin Bonafit

SUMEDANGEKSPRES.COM – Kekalahan pada Pilkada dan menurunnya suara Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun lalu, menjadikan pukulan keras bagi Partai Golkar Sumedang.

Kondisi ini, pun mengundang keprihatinan dari sejumlah tokoh senior partai berlambang pohon beringin tersebut. Salah satunya, Drs H Ali Badjri MM, yang menilai harus ada introspeksi dari jajaran pengurus partai tersebut.

“Perlu diingat, Golkar tetap partai besar walaupun kemarin ada penurunan. Tapi harus instrospeksi diri, berkaca dari perjalanan politik (tahun-tahun) kemarin,” ujar Ali kepada Sumeks, Senin (8/6).

Terkait akan diadakannya Musyawarah Daerah (Musda) pada 2020 ini, Ali berharap, Golkar dapat menemukan solusi dalam memperbaiki roda politik saat ini.

Salah satunya, harus ada pemimpin partai yang dinilai bonafit secara keseluruhan. “Yang dibutuhkan saat ini, salah satunya pemimpin harus bonafit segala-galanya. Cemerlang otaknya, bisa merangkul dan memiliki finansial yang baik,” terangnya.

Akan tetapi, lanjut Ali, finansial pun bukan merupakan segala-galanya. Dan kebesaran sebuah organisasi juga bukanlah hanya dari ketua saja.

“Tapi kesolidan seluruh kader juga sangat penting disini,” sebut Ali.

Tidak hanya itu, sosok yang sejak berusia belasan tahun sudah berkecimpung di dunia politik itu, menyebutkan, Golkar juga harus bisa menggali potensi yang ada.

Terlebih, bagi kader yang memiliki niat baik untuk membesarkan partai. Baik datang dari organisasi sayap maupun datang dari tingkat provinsi atau pusat.

“Kalau ada yang mau jadi ketua, Golkar harus mau membuka pintu. Yang penting prosesnya dilaksanakan secara demokratis dan jujur,” paparnya.

Sementara itu, Ali juga menilai jika Golkar Kabupaten Sumedang dinilai masih belum bisa dalam menyerap aspirasi.

“Kurang merangkul potensi di 26 Kecamatan yang ada. Juga, kurang mengaktualisasikan yang menjadi kehendak mereka. Baik oleh partai, maupun anggota dewan yang di sana,” ungkapnya.

“Yang paling krusial dibutuhkan saat ini adalah dia yang punya kemampuan merangkul rakyat. Golkar harus berani turun kelapangan untuk menampung aspirasi. Karena di era sekarang rakyat maupun kader telah melek,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Ali berpesan, agar Golkar Sumedang tidak malu-malu dalam melakukan introspeksi diri.

“Sekarang harus terbuka dan evaluasi diri. Selama ada yang mau jadi ketua dan cinta organisasi, buka pintu lebar-lebar. Yang penting dia punya Kartu Tanda Anggota (KTA). Karena, kalau sudah punya KTA, mereka punya hak. Tinggal dilihat saja aturan yang ada nanti,” tuturnya. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed