oleh

Konflik Bansos Harus Dicegah, Apdesi Akomodir Pengajuan Baru

SUMEDANGEKSPRES.COM – Curahan warga kepada Pemerintah Kecamatan Darmaraja terkait bantuan sosial (bansos) dampak covid-19, harus dipertimbangkan pihak terkait. Hal ini, demi mencegah adanya konflik pada warga yang luput dari bantuan sosial covid-19.

Ketua Apdesi Kecamatan Darmaraja Oo. Somantri, ikut menanggapi hal tersebut. Dia meminta pihak terkait memberikan kebijakan untuk merealisasikan pengajuan susulan.

“Menyikapi adanya warga yang datang ke kecamatan beberapa hari yang lalu, pihak terkait nampaknya harus memberikan kebijakan untuk merealisasikan pengajuan baru,” kata Oo  Somantri kepada Sumeks, kemarin (10/6).

Dalam hal ini, pihaknya sudah mengakomodir data pengajuan baru dari beberapa desa. Saat ini, sudah ada sekitar 1.120 Kepala Keluarga (KK) se-Kecamatan Darmaraja yang diajukan.

“Pengajuan susulan yang sudah dilaporkan ke pihak terkait, ada sekitar 1.120 KK. Mudah-mudahan bisa terealisasi agar tidak timbul konflik berkepanjangan,” tuturnya.

Selain itu, dia mengimbau, agar setiap desa lebih teliti dalam pengajuan bantuan dan bisa mengetahui secara detail data penerima bantuan dan yang belum menerima bantuan.

“Pihak desa juga harus lebih detil lagi untuk mengajukan warganya yang layak menerima batuan. By name by adres, itu harus jelas,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Darmaraja, mempertanyakan bantuan dampak covid-19. Pasalnya, meski mereka berasal dari keluarga tidak mampu, namun luput dari bantuan yang bersumber dari sejumlah pos anggaran tersebut.

Salah satu warga Darmaraja yang tidak menerima bantuan, Cicih menyebutkan, data penerima bantuan dampak covid 19 harus diperbaiki. Pasalnya, masih banyak yang terkena dampak covid 19, justru tidak menerima bantuan.

Diharapkan, pemerintah bisa membuat kebijakan untuk mengakomodir warga yang terlewat bantuan dampak covid tersebut.

“Kami kecewa dengan ketidakadilan ini, seharusnya pemerintah bisa buka mata untuk penyaluran bantuan tersebut,” kata dia.

Sementara itu, Sekdes Tarunajaya Endang Sudrajat menyebutkan, puluhan warga desanya merupakan bagian yang mendatangi kecamatan. Hal itu, karena mereka merasa ada ketidakadilan dalam penyaluran bantuan tersebut.

Padahal, pihak desa sudah mengajukan warganya yang dianggap terdampak covid 19, bahkan jumlah yang diajukan sampai lebih dari seribu KK. Namun, faktanya, yang terealisasi hanya beberapa persen saja.

Endang menyatakan, wajar jika masyarakat mempertanyakan bantuan dampak covid. Karena, selama ini masyarakat hanya memojokan pihak desa.

“Mereka mau mempertanyakan kepada pihak Kecamatan Darmaraja, itu wajar. Yang jelas, kami dari pihak desa sudah berupaya mengajukan mereka yang berhak menerima dan melakukan sosialisasi terkait bantuan ini. Mungkin karena memang mereka tidak puas, makanya mereka melangka ke pihak kecamatan,” kata dia.

Diakui dia, jika dibandingka desa lain yang ada di Kecamatan Darmaraja, Desa Tarunajaya memang paling sedikit penerima bantuan dampak Covid. Hal itu, jadi pemicu timbulnya kecemburuan sosial, apalagi pada saat warga Desa Tarunajaya mengetahui di desa lain pembagian bansos tersebut hampir merata.

“Kami dari pihak desa juga sangat menyayangkan, kenapa kuota bantuan yang masuk kepada desa kami, itu paling sedikit,” kata dia.

Hasil pendataannya, yang belum menerima bantuan ada sekitar 738 KK. Jumlah itu, hasil rekapan di luar PNS, pensiunan  dan TNI, Polri.

“Kami sudah lakukan pendataan, jumlah yang belum menerima bantuan ada 738 KK,” ucapnya.

Terpisah, Camat Darmaraja Drs Agus Kori Hidayat, Msi membenarkan, adanya warga yang mempertanyakan bansos dampak covid 19. Pihaknya hanya bisa sebatas menampung aspirasi, merekap data dan melaporkannya ke tingkat kabupaten.

“Nanti kita akan laporkan ke tingkat kabupaten, sebagaimana persoalan yang kami ketahui di lapangan, atas dasar aspirasi masyarakat,” katanya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

3 komentar

News Feed