oleh

Tiap Tahun, Lahan Pertanian Berkurang

SUMEDANGEKSPRES.COM – Lahan pesawahan dan potensi pertanian di wilayah Kabupaten Sumedang, setiap tahunnya makin berkurang. Penyebab dominan berkurangnya lahan pesawahan dan pertanian, dikarenakan adanya alih fungsi lahan.

Seperti adanya Pembangunan Bendungan Jatigede, pembangunan Tol Cisumdawu dan pembangunan di sektor lainnya.

Sekretaris Dinas Pertanian Rudi Suprayogi mengatakan, jumlah luasan yang terkena alih fungsi lahan di wilayah Sumedang, sedang divalidasi oleh pihak BPS.

“Wajar, adanya pengurangan lahan sawah karena memang ada sejumlah pembangunan proyek,” ujar Rudi, belum lama ini.

Dia mengatakan, data terbaru luas lahan sawah di Sumedang berdasar validasi Bapppeda, seluas 31.166,8 hektare. Luas ini menurun, karena per Agustus 2019, luasan sawah di Kabupaten Sumedang seluas 31.416 hektare. “Data validnya terus kami perbaharui,” tandasnya.

Baca juga : **Cara Baru ITB Hasilkan Pertanian Ramah Lingkungan  Tak Sekadar Sumber Energi, Limbah Padat Kopi Jadi Pupuk Organik 

Berkurangnya lahan sawah, tak lantas menurun pula produksi pangan, terutama di Sumedang. Dinas Pertanian Sumedang, pun melakukan perimbangan dengan inovasi produktivitas dan peningkatan produksi pada sektor komoditas padi serta sektor pangan lainnya. Bahkan, berdasarkan data hingga pertengahan tahun produksi pangan angkanya meningkat mencapai 3-4 persen.

“Angka ini didapat dari komoditas padi dan sektor pangan lainnya sepert komoditas palawija, sayuran buah-buahan, tanaman perkebunan,” paparnya.

Rudi menggambarkan, peningkataan kualitas produksi hasil binaan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian terjadi di wilayah lumbung pangan. Di antaranya, Darmaraja, Situraja, Buahdua, Conggeang dan Sumedang Selatan.

“Dari hasil sementara data poduksi  padi di wilayah Sumedang yang jelas masih surplus, ketersediaan masih surplus,” katanya.

Hingga kini, kata dia, dari luas tanam padi dihasilkan sekitar 548.016 ton padi. Dengan asumsi setiap 1 hektar menghasikan 6 ton padi. Alih fungsi lahan sawah dan pertanian belum terbendung karena Sumedang belum punya Perda tentang lahan pangan berkelanjutan. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

3 komentar

News Feed