oleh

Ikan Langka, Pendapatan Nelayan Turun

Air Jadi Kuning dan Bikin Gatal

SUMEDANGEKSPRES.COM – Sudah hampir satu bulan ini, para nelayan  Waduk Jatigede, areal hamparan Kecamatan Darmaraja, mengeluhkan kelangkaan ikan di waduk tersebut.

Salah seorang nelayan, Dede menyebutkan, biasanya dirinya menjaring ikan dalam sehari sampai 20 kg ke atas dan minimalnya 15 kg. Namun untuk saat ini, dirinya hanya bisa menangkap ikan menggunakan jaring, paling banyak 5 kg dan kadang-kadang tidak dapat sama sekali.

“Sampai saat ini ikan masih sulit ditangkap. Otomatis penghasilan kita menurun,” kata Dede kepada Sumedang Ekspres, kemarin (14/6).

Selain itu, air di Waduk Jatigede, saat ini terasa gatal dan air di tengah sedikit berubah warna jadi menguning. “Kata warga, air juga agak berwarna kuning dan terasa ada gatal setelah dari air waduk tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :

Hilang 24 Jam, R Ditemukan Ngambang di Waduk Jatigede

Dia dan rekannya menyebutkan, kemungkinan perubahan kadar air di waduk ada hubungannya dengan kelangkaan ikan. “Apa mungkin ada hubungannya antara ada perubahan pada warna air dan rasa gatal, dengan kelangkaan ikan di waduk?,”ucapnya.

Terpisah, Bagian Kesehatan Lingkungan (Kesling) pada Dinas Perikanan, Trisna menyebutkan, hasil survei di lapangan, kelangkaan ikan memang tengah terjadi di Waduk Jatigede. Namun hal itu tidak terjadi secara menyeluruh. Seperti di wilayah Wado, hasil wawancara dengan nelayan, tidak dirasakan adanya kelangkaan.

Trisna menambahkan, diduga kelangkaan ikan di beberapa wilayah hamparan waduk, terjadi karena air di waduk naik turun. Selain itu, adanya peningkatan penggenangan sampai elepasi 260 menyebabkan ikan di waduk jadi lebih menyebar. “Saya rasa kelangkaan ikan ini terjadi karena adanya peluasan hamparan genangan,” ucapnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed