oleh

Sering Interaksi, DPRD Jalani Rapid Test

Seorang Dewan Takut Jarum Suntik

SUMEDANGEKSPRES.COM – 50 Anggota DPRD Sumedang, menjalani rapid test di Ruang Sidang Paripuna pada Jumat (12/6) lalu. “Kita agendakan. Karena kami sering berinteraksi dengan  masyarakat banyak, jadi memang harus di-rapid,” kata Wakil Ketua DPRD Sumedang Jajang Heryana kepada Sumeks.

Tanpa terkecuali, semua anggota dewan mengikuti rapid, termasuk yang takut dengan jarum. “Rapid test bagi anggota dewan merupakan suatu kewajiban, karena kita sebagai penyelenggara negara, setiap hari berhadapan dengan masyarakat, sehingga kesehatan kita harus lebih terjamin,” tuturnya.

Diakuinya, pelaksanaan rapid test sudah direncanakan sejak awal bulan April lalu. Namun karena keterbatasan alat di Dinas Kesehatan, pelaksaannya baru bisa terlaksanakan. “Respon dari rekan-rekan anggota dewan juga cukup antusias, karena memang kesehatan kami harus benar-benar terjaga,” tuturnya.

Baca juga : Ngaku Phobia Jarum, Dewan Asal PPP Tetap Dirapid Test

Diakui Jajang, di antara rekan sesama anggota dewan, ada yang takut dengan jarum. Sehingga menjadi kendala dalam pelaksaan rapid test yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang itu. “Tidak ada alasan apapun, semuanya harus dirapid,” Jajang menegaskan.

Menurutnya, pelaksaan rapid merupakan bagian dari ikhtiar dalam menjaga kesehatan para wakil rakyat. “Meskipun protokol kesehatan sudah dijalankan sesuai dengan standar, namun kita harus tahu juga kondisi tubuh kita,” ucapnya.

Meskipun tidak dipungkiri, sejauh ini ada juga yang melakukan rapid secara mandiri. “Pokoknya semua dirapid. Karena kondisi kesehatan anggota dewan harus diketahui oleh umum, jangan diumpetin,” katanya.

Diakui salah seorang anggota dewan dari Fraksi PPP, secara terang-terangan dia mengaku takuk oleh jarum. “Saya takut jarum,” katanya dengan nada serius.

Di tempat sama, Wakil Ketua DPRD Sumedang lainnya, Titus Diah menyambut baik pelaksanaan rapid test yang laksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang. “Ini bagian dari pemerintah, dalam rangka pennaganan covid 19,” katanya.

Dikatkan, sekitar 35 anggota dewan yang di-rapid, hasilnya negatif. “Alhamdulillah semua negatif,” ujarnya.

Mengetahui hasil rapid yang dilakukannya itu, Titus mengaku lega. Pasalnya sebagai anggota dewan, pihaknya acap kali melakukan kunjungan dinas ke berbagai tempat. “Kita tiap hari ketemu masyarakat yang notabenenya berbagai kalangan. Mulai dari petani, pedagang dan lainnya,” kata Titus.

Kendati menjalankan protokol kesehatan yang cukup ketat, namun sering dihantui rasa waswas. “Alhamdulillah sekarang mah plong,” ujarnya.

Sementara dari tujuh anggota Fraksi Gerindra, hanya lima orang yang melakukan rapid test. ” Kami yang datang hanya lima orang, kalau Pak Deden Doni sama Pak Sulistio akan menyusul,” katanya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed