oleh

Pengajuan Jampersal Melonjak

Sampai Mei Sudah Ada 265 Warga

SUMEDANGEKSPRES.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang melalul Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) mencatat, hingga akhir Mei 2020, sudah ada 265 warga yang mengajukan Jaminan Persalinan (Jampersal). Mereka, pun gratis menjalani proses persalinan.

Kabid SDK Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Ekki Riswandiyah mengatakan, mereka yang boleh mengajukan jampersal, merupakan yang tidak tercaver oleh JKN. Baik itu PBI APBN maupun APBD. Selain itu, masuk kategori masyarakat miskin yang dibuktikan dengan SKTM dari desa dan mendapatkan rekomendasi dari Dinsos P3A.

“Jumlahnya memang cukup banya. Untuk tahun lalu jumlahnya mencapai 466 orang dan sekarang sudah lebih dari 50% dibandingkan tahun lalu. Padahal, tahun 2020 baru 5 bulan,” jelas Ekki, Kamis (18/6).

Dijelaskan, mereka yang mendapatkan Jampersal ini, merupakan yang melahirkan di tempat persalinan pemerintah. Seperti Polindes, Puskesmas, RSUD bahkan sampai di rujuk ke RSHS.

Baca juga :

Masuki AKB, Daftar Cerai Tinggi

Kata Ekki, untuk tahun ini, alokasi dana Jampersal kurang lebih sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari APBN melalui DAK non fisik. Tahun lalu, dana Jampersal sebesar Rp 2 miliar dan habis sampai dengan bulan Oktober. Sehingga, mereka yang melahirkan bulan November dan Desember, tidak bisa lagi dijamin oleh Jampersal.

Ekki menegaskan, biaya persalinan akan membengkak bila pasien harus dirujuk dan proses melahirkannya harus melalui operasi. “Mudah-mudahan dengan dana sekitar Rp 3 miliar tahun ini akan cukup untuk jampersal hingga akhir tahun,” tandasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed