oleh

27 Pegawai Negatif, Layanan Buka Lagi

RSUD Minta Pasien Beri Informasi Apa Adanya

SUMEDANGEKSPRES.COM – Setelah menjalani karantina mandiri selama empat hari dan dinyatakan negatif hasil swab test, 27 karyawan RSUD Sumedang akhirnya bernafas lega.

Mereka  kembali bekerja seperti sediakala di bagian Poli THT dan Poli Bedah. “Alhamdulillah mereka negatif, kami ucapkan selamat bergabung kembali,” kata Humas RSUD Sumedang, Iman Budiman kepada Sumeks, Jumat (19/6) lalu.

Dikatakannya, mulai hari ini (22/6) kedua layanan tersebut kembali buka. Untuk jadwal pelayanan Poli THT pada hari Senin, Selasa dan Kamis. Sedangkan untuk pelayanan Poli Bedah, pada Senin, Rabu dan Kamis. “Memang, selama pandemi covid, kami membuka layanan hanya tiga hari dalam seminggu,” ungkapnya.

Iman berharap, kejadian yang sempat mengguncang lingkungan RSUD Sumedang itu, tidak terulang kembali. “Kami berharap kepada masyarakat yang hendak berobat ke rumah sakit, puskesmas atau ke klinik swasta, tolong berikan informasi apa adanya, jika memang yang bersangkutan pernah tinggal di zona merah,” pintanya.

Baca juga :

7 Warga Situraja Jalani Swab Test

Jangan Terlena, Covid-19 Masih Ada

Karena, kata Iman, keterbukaan informasi tentang pasien, merupakan salahsatu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19. “Karena jika memang berterus terang kepada kami, tentunya ada ruangan khusus yang telah disediakan untuk yang bersangkutan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 27 tenaga medis di RSUD Kabupaten Sumedang diisolasi mandiri setelah dilakukan Swab Test pada Senin (15/6) lalu. Mereka terdiri dati  dokter, perawat, radiolograf, analis dan petugas administrasi.

“Swab test  ini dilakukan, menyusul seorang wanita asal Darmaraja, yang dinyatakan positif korona, setelah sebelumnya mudik dari Jakarta,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam siaran persnya di IPP Kabupaten Sumedang.

Dikatakan, pasien tersebut datang ke RSUD untuk daftar operasi, tanpa memberikan data dan informasi yang jujur pada saat awal. “Ketika diketahui rapid test reaktif, maka yang bersang kutan  langsung di isolasi,” katanya.

Akibat isolasi sejumlah tenaga medis itu, managemen rumah sakit terpaksa harus menutup  opersional kegiatan di Poli THT. Sedangkan untuk layanan di Poli Bedah, hanya dua hari dalam seminggu,  yaitu Selasa dan Kamis.

“Petugas juga melakukan swab test kepada 13  warga Darmaraja, yang melakukan kontak dengan yang bersangkutan,” ujarnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed