oleh

Kirim Pesan di IG Wabup, Cecep Mengaku Hanya Mencari Keadilan

Maret Hingga April Tak Terima Gaji, Mei nya Dipecat dari Damkar

SUMEDANGEKSPRES.COM – Sukwan Damkar Kabupaten Sumedang Cecep Radminto yang merupakan warga Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta, mengaku hanya sebatas mencari keadilan dengan mengirimi pesan kepada akun Instagram Wakil Bupati Erwan Setiawan.

Hal tersebut disampaikannya saat Sumeks berhasil untuk mengklarifikasi secara langsung terhadap sosok yang kini menjadi buruh serabutan tersebut, Kamis (25/6).

Setelah diberhentikan dari Damkar sejak 8 Mei 2020 kemarin, Cecep rupanya kini mengurus kebun milik keluarga. Sambil mencari pekerjaan lain untuk menghidupi keluarganya.

Terkait permasalahan yang muncul di media kemarin, dirinya mengaku tidak menyangka akan menjadi ramai.

Cecep menerangkan, asal mula kejadian pemecatan tersebut berawal dari pesan yang dia sampaikan kepada akun Wakil Bupati Erwan Setiawan. Dengan tujuan untuk memperjuangkan nasib nya dan rekan-rekannya di UPT, karena gaji yang belum cair sejak bulan Maret hingga April 2020 kemarin.

Baca juga :

Ngeluh ke Wabup, Sukwan Damkar Dipecat

“Jadi sebenarnya ini bukan atas nama pribadi tujuannya. Tapi mewakili teman-teman. Rekan di UPT juga paham kondisi ini, tapi mungkin mereka tidak berani. Karena pak kasat yang sekarang ini (Bambang Rianto, red) orangnya tegas,” ujarnya kepada sumeks.

Cecep juga menjelaskan, pertama kali dia mengirimi pesan akun IG milik wabup adalah tanggal 28 April 2020. Dia menyampaikan pesan yang berisi tentang permintaan tolong agar permasalahan gaji yang belum cair dapat segera diselesaikan.

“Saya mengakui apa yang saya lakukan mungkin salah. Saya selalu disuruh bersabar oleh pihak kantor juga. Tapi anak istri saya kan tetap harus makan juga. Sementara gaji saya semenjak Covid-19 ini kan belum turun,” terangnya.

Ketika ditanya besaran gaji yang diterima selama jadi petugas damkar, Cecep mengakui adanya perubahan ketika dipimpin oleh Kasat Pol PP Bambang Rianto. Dimana sejak pertama masuk pada tahun 2013 lalu masih berada dibawah Rp1 juta, terakhir Cecep menerima gaji sebesar Rp1,5 juta.

“Awalnya Rp1,7 juta. Tapi karena ada Covid-19, dipotong Rp200 ribu. Sehingga pas kemarin saya diberhentikan menerima gaji sebesar Rp3 juta untuk bulan Maret dan April,” terangnya.

Sementara itu, terkait sejumlah pelanggaran yang disebutkan oleh Bambang Rianto kemarin, Cecep juga membenarkannya.

Cecep mengakui, bahwa dirinya sempat melakukan beberapa pelanggaran pada tahun 2018 lalu saat dibawah pimpinan Asep Sudrajat.

“Tapi tidak sampai diputus kerja waktu itu. Jadi pa kasatpol pp ini mengungkit-ngungkit kesalahan yang dulu,” sebutnya.

Sebelumnya, dikonfirmasi terpisah Kepala Satpol PP Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto membenarkan terkait pemecatan tersebut. Menurutnya, yang bersangkutan merupakan Cecep Radminto, dinilai sudah sering melakukan pelanggaran.

“Sudah beberapa kali yang bersangkutan kita panggil, kemudian diberi teguran secara lisan maupun tertulis,” katanya saat ditemui Sumeks di kantornya, Selasa (23/6) kemarin.

Bahkan berita acara yang bersangkutan, pun sudah dibuatkan oleh Kepala UPT, yang saat itu dijabat Maman. “Cecep bahkan pernah diskor selama satu bulan,” tambahnya.

Alasan lain diberhentikan, menurutnya, lantaran yang bersangkutan tidak ada itikad baik untuk memperbaiki sifat dan perilakunya, sebagaimana yang harus dimiliki seorang petugas Damkar.

“Petugas Damkar, selain harus terampil, juga memiliki attitude yang baik,” tuturnya. (bay/nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed