oleh

Sakip Dishub Terendah Kedua

Kadishub: Ada yang Harus Diperbaiki

SUMEDANGEKSPRES.COM– Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan menyebutkn, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip)  Dinas Perhubungan (Dishub) Sumedang, terendah kedua setelah Disparbudpora.

“Setelah saya rinci, ternyata kelemahannya ada pada bidang perencanaan,” katanya kepada Sumeks di Kantor Dishub Kabupaten Sumedang, Senin (29/6).

Dikatakan wabup, komponen Perencanaan Kinerja Dishub, hanya 63 persen dan jauh dari target  diatas 90 persen. “Padahal segala sesuatu itu berangkat dari perencanaan,” ujarnya.

Dengan kelemahannya itu, wabup menginginkan Dishub melakukan perubahan secara signifikan. Sehingga Sakip di tahun depan, lebih meningkat dari sebelumnya. “Mudah-mudahan kehadiran saya dalam akselerasi Sakip ini, Dishub dapat mengetahui kelemahannya,” tutur Erwan.

Nantinya, kata Erwan, akan menjadi pemacu para kepala seksi maupun kepala UPTD, untuk bekerja lebih giat lagi. “Kita nanti gebrakan yang lebih dahsyat lagi, sehingga di tahun yang akan datang, Sakip-nya meningkat,” katanya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Surrys Laksana Putra mengakui keterpurukannya itu. “Saya juga belum tahu penyebabnya,” kata kadis.

Dia mengaku, sejauh ini pihaknya menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan apa yang sudah digariskan. “Pada prinsipnya, kita menjalankan apa yang sudah berjalan. Mulai dari musren SKPD kemudian musrenbang dan seterusnya, perasaan semua prosedur sudah dilalui,” ujarnya.

Dengan hasil evaluasi itu, diakui kadis, sangat bermanfaat. Sehingga, hasil kinerja selama ini dapat terkontrol. “Istilahnya kita tidak kajongjonan, kita segera sadar bahwa ada yang harus diperbaiki,” tuturnya. Dalam memanfaatkan teknologi, Dishub baru memiliki satu layanan publik berbasis online, yang disebut Sipujaan (Sistem Pengaduan Masalah Penerangan Jalan). “Jika masyarakat menemukan Penerangan Jalan Umum (PJU) padam, bisa diinformasikan melalui aplikas Sipujaan,” tukasnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed