oleh

Nilai SAKIP dan LAKIP Optimis Naik

Subagio: Dari Tahun Ke Tahun Meningkat

SUMEDANGEKSPRES.COM Inspektorat Kabupaten Sumedang, tengah mengevaluasi penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sekaligus meriview Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Ada 55 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terdiri dari 29 OPD kabupaten dan 26 OPD kecamatan.

“Kita sedang berproses, ada yang memiliki nilai A, BB dan B. Ini akan menjadi bahan (laporan)  kami ka Kementerian PAN-RB,” kata Inspektur Inspektorat Kabupaten Sumedang, Subagio saat ditemui Sumeks di ruang kerjanya, Rabu (1/7).

Dikatakan Subagio, hasil penilaian itu akan dikroscek kembali oleh Menteri PAN-RB, melalui institusi yang ditunjuk. “Karena yang punya kewenangan melakuakn penilaian adalah Menpan-RB. Maka Menpan biasanya menunjuk Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atau inspektorat provinsi,” ujarnya.

Baca juga :

Pengetahuan Peningkatan SAKIP Masih Minim

Subagio optimis, jika SAKIP dan LAKIP Kabupaten Sumedang akan meraih nilai yang membanggakan. “Kalau kita lihat peningkatan LAKIP dari tahun ke tahun, memang menunjukan tren yang luar biasa,” katanya.

Meskipun, lanjut dia, hanya dapat meraih nilai C pada tahun 2017, yaitu 48,58. Namun di tahun 2018 naik menjadi B, yaitu 60, 98. Kemudian tahun 2019, naik lagi menjadi 67,26. “Penilaian tersebut biasanya disampaikan oleh Menteri PAN-RB pada bulan Januari atau akhir Februari dan itu merupakan agenda penyerahan raport penilaian kinerja pemerintahan setiap kabupaten kota dan provinsi,” tuturnya.

Kendati Kabupaten Sumedang hanya mendapatkan nilai B pada tahun sebelumnya, namun Subagio yakin, dengan gebrakannya akan meraih nilai BB atau bahkan nilai A. “Karena pak bupati, wabup dan sekda, dengan komitmennya yang luar biasa, melakukan road show untuk mendorong kinerja rekan-rekan kita di setiap OPD,” katanya.

Mereka, kata dia, melakukan evaluasi dan pemantauan ke setiap dinas dan kecamatan. Mulai dari perencanaan strategis, pengukuran kinerja, perjanjian kinerja dan pengelolaan data. “Kita evaluasi sejauh mana penyajian datanya sesuai dengan target kinerja, bahkan termasuk dengan indikator-indikator utama masing-masing OPD,” katanya.

Diktakan, indikator kinerja utama merupakan indikator kinerja bupati dan wakil bupati terpilih, yang kemudian diturunkan ke sekda dan para OPD, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. “Kami pun di sini melaksanakan misi yang keempat, yaitu menata birokrasi yang lebih resionsif,  akuntabel dan profesional, sehingga fungsi dan tugas inspektorat yakni melakukan evaluasi terhadap SAKIP-nya masing-masing OPD,” tuturnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed