oleh

Selama Pandemi, Pasokan Kedelai Aman

Perajin Tahu Sempat Khawatir

SUMEDANGEKSPRES.COM – Kebutuhan kedelai bagi para perajin tahu di Kabupaten Sumedang, masih bisa terpenuhi meskipun dalam suasana pandemi covid-19.

Seorang perajin tahu asal Giriharja Desa Kebonjati Sumedang Utara, Pepen menuturkan, sejauh ini, dirinya dan para perajin tahu lainnya, tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan kedelai. Awalnya para pengusaha tahu, pun khawatir akan kesulitan bahan baku, terutama kedelai impor.

“Tetapi alhamdulilah, meskipun dalam kondisi pandemi covid-19, kebutuhan kedelai masih bisa terpenuhi,” jelas Pepen, Sabtu (4/7).

Diakui Pepen, dalam sehari, perusahaanya membutuhkan sekitar empat kwintal kedelai untuk kebutuhan produksi. Selama ini, cukup terpenuhi dari sebuah grosir yang ada di Sumedang.

Terkait harga, kata dia, meskipun di tengah pandemi covid-19 cukup stabil. Satu kilogramnya, saat ini mencapai Rp 7.200. “Kalaupun naik ataupun turun, tidak terlalu signifikan, paling bedanya hanya Rp 500,” tukasnya.

Dikatakan, diawal adanya pandemi covid-19, memang distribusi kedelai cukup terhambat. Namun, itu hanya berlangsung beberapa hari saja dan kembali normal.

Pepen berharap ketersediaan kedelai akan terus tersedia dan harganya stabi. Sehingga, para pengrajin tahu bisa terus berproduksi.

Terpisah, Sekretaris Diskoperindag Kabupaten Sumedang Deny Tanrus mengatakan, kebutuhan kedelai di Kabupaten Sumedang setiap bulannya sekitar 600 ton.

“Kebutuhan kedelai ini 90% adalah kedelai impor dan hanya 10% saja di pasok dari kedelai lokal. Kedelai lokal sendiri bisa diperoleh dari beberapa pelosok Kabupaten Sumedang dan sekitarnya,” tukasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed