oleh

Kejari Pelototi Proyek-proyek Fantastis

Alun-alun Masuk Tahap LHP BPK

SUMEDANGEKSPRES.COM – Aparat hukum disebut- sedang menggali informasi sejumlah proyek pembangunan di Sumedang. Salah satunya, Alun-alun Sumedang. Sebab, ketika proses pembangunannya di tahun lalu itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) keluar dari Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).


Dikonfirmasi terkait informasi tersebut, Kasi Intel Kejari Sumedang Agus Hendrayanto mengaku, tidak bisa mendahului audit Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Kalau Aparat Penegak Hukum (APH) ini masuk dalam pekerjaan yang sudah ada di BPK, itu takut mengganggu konsentrasi BPK. Jadi, kami akan menunggu hasil LHP BPK, lalu nanti akan kami kaji lagi untuk ditindaklanjuti,” ujar dia kepada Sumeks, Senin (6/7).
Adapun kala itu, Kejari mencabut Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) proyek Alun-alun Sumedang, bukan berarti ditemukannya ada penyimpangan. Melainkan melihat adanya dugaan mal administrasi. “Kalau kami dampingi terus, kami khawatir malah jadi bemper. Makanya kami cabut,” jelasnya.
Sementara itu, Agus menyebut, tahun ini, TP4D sudah dinyatakan tidak ada. Sehingga, Kejari hanya sebatas melakukan pendampingan terhadap sejumlah proyek di Kabupaten Sumedang. Agus mengatakan, terkait sejumlah proyek yang telah dijalankan di Kabupaten Sumedang, hasilnya akan dikomprehensif dengan LHP BPK. “Selama ini belum ada indikasi penyimpangan, kalau kami lihat. Dan belum ada laporan juga,” ujarnya.
Namun demikian, Agus juga mengklaim Kejari terbilang intens mengawasi semua proyek yang berjalan. Salah satunya, proyek pembangunan Puskesmas di Kecamatan Sukasari. “Pengawasan semuanya kami lakukan, tapi yang intens paling yang kami dampingi,” sebutnya.
Agus juga menambahkan, jika suatu perkara sudah masuk ke dalam tahap penuntutan, pihaknya akan mempublikasikannya secara terbuka. “Kalau di kami, tahap penyelidikan dan penyidikan belum dapat dipublikasikan,” tuturnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed