oleh

Sepasang Disabilitas Ciptakan Lapangan Kerja

SUMEDANGEKSPRES.COM – Sepasang suami-istri penyandang disabilitas membuka lapangan pekerjaan bagi sesama penyandang disabilitas.

Adzhari Zilvandana (32) dan sang istri, Imas Nurhayati (23) membuka usaha digital printing di Jalan Panunjang, tepatnya Kampung Panunjang RT 01 RW 09 Desa Girimukti Kecamatan Sumedang Utara.

Imas bicara dengan terbata-bata dan kesulitan mendengar. Sementara, Adzhari tidak bisa bicara dan tidak bisa mendengar.

“Awalnya suami ikut pelatihan wirausaha disabilitas oleh Baznas Sumedang tahun 2018. Kemudian, coba buka usaha digital printing sendiri. Ternyata, banyak peminatnya,” kata Imas, Senin (6/7).

Dikatakan, produk yang dibuat berupa gambar untuk dipasang di kesing HP, bantal, stiker, dan benda lainnya untuk dijadikan suvenir.

“Kedepannya mau buat mug juga,” ucapnya.

Awalnya, Adzhari dan istrinya menjalankan usahanya berdua. Dalam dua tahun usahanya cepat berkembang. Hingga kini memiliki empat orang karyawan yang juga tuna rungu dan tuna wicara.

Baca juga :

Melihat Pelukis Disabilitas Berbakat Asal Rancakalong Supriyatno

“Karyawannya kami cari dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Cimalaka. Kami ingin membantu sesama disabilitas karena mereka kesulitan mendapat pekerjaan,” tuturnya.

Produk buatan Adzhari tak hanya dijual di wilayah Sumedang, tapi juga di sejumlah wilayah, seperti Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Tengah serta Sumatera. Pemasaran dilakukan dengan memanfaatkan media sosial.

“Casing HP harga satunya Rp25.000, tapi untuk reseler Rp 20.000. Kalau bantal tergantung ukuran, ukuran 30×30 cm itu satunya Rp30.000,” kata ibu dua anak tersebut.

Imas mengaku membutuhkan bantuan untuk lebih mengembangkan lagi usahanya tersebut.

Melihat kegigihan Adzhari dan istrinya, Baznas Sumedang memberikan modal usaha untuk keduanya. Selain itu, Baznas Sumedang juga memberikan satu unit komputer.

“Bantuan kami berikan merupakan stimulan untuk modal usaha agar usaha Pak Adzhari ini bisa terus berkembang, dan lebih banyak membuka lapangan pekerjaan untuk penyandang disabilitas lainnya,” kata Ketua Baznas Sumedang, Ayi Subhan Hafas.

Ayi berharap Adzhari dan Imas bisa menjadi motivator bagi penyandang disabilitas lainnya di Sumedang agar menjadi lebih mandiri.

“Salah satu contoh kalau kaum disabilitas juga bisa diberdayakan. Dan kami Baznas Kabupaten Sumedang siap mendorong dalam upaya membantu Pemkab Sumedang menurunkan angka kemiskinan,” tuturnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed