oleh

Sound System Burnong Dinilai Berlebihan

Soundman Artis Papan Atas Kaget Liat Anggaran Capai Rp500 Juta

SUMEDANGEKSPRES.COM – Pengadaan sound untuk objek wisata Buricak Burinong senilai Rp500 juta, mendapat perhatian publik. Budget yang dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang tersebut, dinilai fantastis oleh sejumlah pihak.

Menanggapi hal tersebut, Sound Engineering kelas Nasional asal Sumedang, Dadang Supriatna mengaku kaget dengan jumlah nominal tersebut. Menurutnya, dengan nilai sekitar Rp500 juta, untuk sebuah tempat wisata sudah termasuk berlebihan. “Itu terlalu berlebihan, keperluannya untuk apa dulu?,” ujarnya kepada Sumeks, Senin (13/7).

Pria yang akrab dipanggil Dadung tersebut menyebutkan, dengan harga fantastis itu, objek wisata Buricak Burinong sudah memiliki tampilan amplitheater yang besar. “Kalau hanya untuk audio dan announce (pengumuman, red) saja itu sudah terlalu besar. Dan spesifikasinya sudah kebayang seperti apa,” terangnya.

Dadung juga menilai, dengan harga dibawah Rp500 juta, pemerintah daerah sudah dapat memiliki sound system yang maksimal untuk sebuah tempat wisata. “Dengan harga Rp250 juta saja itu sudah mewah dan spek-nya sudah update yang terbaru,” sebut Dadung.

Selain itu, sosok yang pernah menjadi soundman sejumlah artis papan atas tersebut menuturkan, tentang mekanisme yang harus dilakukan dalam pembelian sebuah audio. Di antaranya, pemerintah juga harus terlebih dahulu menentukan space tempat penyimpanan audio tersebut.

“Harus menghitung tempatnya dulu dan jangkauan sound itu kemana saja, baru audionya. Kalau order sound-nya dulu itu salah. Nah yang kadang terjadi itu terbalik,” ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya dijelaskan jika penganggaran kawasan objek wisata Buricak Burinong (Burnong) tercatat senilai Rp30 miliar. Namun karena terkena refocusing Covid-19, tahun ini baru dianggarkan Rp15 miliar.

“Untuk pengadaan sarana penunjang kawasan wisata Buricak Burinong, sebesar Rp 2.050.000.000. Terdiri dari pengadaan perahu sebesar Rp 750 juta, meubelair Rp 800 juta dan sound system Rp 500 juta,” kata Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang, Ajat Sudrajat.

Ajat menyebutkan, pagu anggaran pembangunan Kawasan Jatigede pada tahun 2020 ini, sesuai yang tertera pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2020, sebesar Rp15 miliar. Rinciannya, sebesar Rp12,1 miliar untuk fisik konstruksi. Yakni, meliputi pembangunan sarana dan prasarana area take off paralayang dan forest walk, sebesar Rp4,991 miliar. Pembangunan kawasan kuliner buricak burinong Rp5 miliar dan pembangunan area Lending Paralayang sebesar Rp2,1 miliar.

“Sedangkan sisanya, sebesar Rp2,9 miliar, dialokasikan untuk biaya operasional, jasa konsultansi, pengawasan serta pengadaan barang sebagai sarana penunjang,” tuturnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed