oleh

Mengenal Lebih Dekat Annisa Nurjanah Lihat dalam Tari Jaipong ; Bakat dari Kecil, Warisan Darah Seni Orang Tua

Memiliki hobi menari memang sangat membanggakan, terutama apabila telah menghasilkan beberapa piala atau penghargaan. Seperti dialami Anisa Nurjanah, yang masih usia belia ini, memiliki sejuta prestasi dalam bidang seni tari. Berikut liputannya.

MESKI masih menginjak umur belia, kepiawaian menari yang ditunjukan Anisa Nurjanah memang tak bisa diragukan lagi. Banyak penghargaan, diraih dari hobinya melenggak lenggok di atas panggung.
Bocah belia berumur 8 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar negeri (SDN) ini, perkembangan dalam menggeluti dunia tari jaipong terbilang cukup cepat. Belum menginjak satu tahun mengikuti kursus menari, ia mampu menghasilkan berbagai piala.

‘Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya’. Pribahasa tersebut, memang tepat dilayangkan kepada Anisa, mengingat darah seni yang kental mengalir dari orang tuanya.

“Suka aja menari, kirain gak bakal seperti sekrang ini,” ujar Anisa yang masih duduk di sekolah dasar kelas tiga, kepada Jateks seusai manggung disebuah acara, belum lama ini.

Tentunya prestasi tersebut sangat membanggakan kedua orang tuanya, selain mengembangkan bakat seni kedua orang tuanya, ketertarikan Anisa terhadap seni tari jaipong juga cukup tinggi.

Anak kedua dari pasangan Herman (47), dan Karwati (43) tersebut, dalam menggeluti dunia menari terbilang cukup serius, bahkan sempat mendaptkan apresiasi dari guru les menarinya.

“Sangat membanggakan sekali terhadap prestasi yang telah diraih oleh anak saya, semoga bisa terus berkembang,” kata Herman orang tua dari Anisa.

Bakatnya tersebut, terlihat sejak dirinya menginjak umur lima tahun, untuk mengembangkan kesukaanya itu, maka difokuskan mengikuti kursus menari.

“Perkembangannya cukup cepat juga, mengingat belum saja satu tahun mengikuti kursus, ia berhasil menorehkan berbagai prestasi,” katanya.

Berbagai prestasi yang telah ia torehkan menjadi juara ke 2 dalam rangka ulang tahun Viking ka 13 di ITC Bandung, dan juara ke 2 pada festival menari di griya Tanjungsari beberapa waktu lalu.

“Meski belum pernah menjadi yang pertama, namun jika dilihat dari usianya yang masih belia, tidak menutup kemungkinan untuk kedepannya dapat meraih juara utama,” ucapnya.

Anisa yang merupakan adik dari Hilmi (16) itu, sangat menikmati kebiasaannya tersebut, kendati demikian, orang tuanya sangat takut apabila anisa tidak fokus belajar.

“Takut apabila ia lupa belajar, kerena saking sibuknya menari,” kata herman yang merupakan warga Perum Al-jawami Cileunyi wetan.

Herman berharap, dari hobi yang ditekuni anaknya itu, bisa memberikan manfaat, baik bagi dirinya maupun orang lain. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed