oleh

Banyak Warga Kehilangan Pekerjaan

Data Penerima Bansos Bertambah

SUMEDANGEKSPRES.COM – Data penerima bantuan sosial (bansos) tahap kedua di Kabupaten Sumedang, mengalami penambahan. Hal itu, lantaran banyaknya warga yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

“Data yang menerima JPS (Jaringan Pengaman Sosial) ini dinamis, karena Covid-19  belum selesai.   Setiap saat ada lagi yang nambah. Ada yang kehilangan pekerjaan, PHK baru dan sebagainya. Pasti itu dinamis. Masuk lagi (data),” ujar Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir di Kantor Kelurahan Kota Kaler, Selasa (14/7).

Bahkan lonjakan jumlah penerima bansos tahap kedua itu, diantaranya terjadi di Kelurahan Kota Kaler, dengan jumlah mencapai ratusan penerima. “Dalam penyaluran bansos tahap kedua ini, kami terus melakukan validasi data bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ujarnya.

Disebutkan bupati, penerima bansos tahap kedua dari APBD Kabupaten Sumedang, jumlahnya sekitar 8.000 Kelompok Penerima Manfaat (KPM). Karena  warga yang sebelumnya mendapat bansos dari Kabupaten Sumedang, dialihkan menjadi penerima bansos dari Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga :

Sore Ini, Dua Warga Positif Covid Kembali Dijemput Tim Medis

“Yang sebelumnya itu 15 ribu KK, karena sebagian kita alihkan (ke bantuan) dari  provinsi, mengingat jatah kita dari provinsi bertambah. Karena bertambah, kita validasi lagi, dicek lagi. Akhirnya sekarang dapat 8.000 KK lebih. Dari data ini dinamis, karena pandemi Covid-19 belum selesai,” paparnya.

Upaya untuk mengantisipasi adanya data yang dobel, pihaknya terus melakukan validasi dan verifikasi data. Sebab, dengan adanya penambahan data penerima bansos, dikhawatirkan terjadi  data ganda (dobel).

“Ini salahsatu ikhtiar kami, sehingga tidak ada lagi penerima yang dubel dapat bagian. Ini akan tetap kami monitor bagi semua yang dapat kemarin dari Dana Desa (DD), kabupaten, provinsi hingga pusat,” tukasnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed