oleh

Calon Peserta Didik Ikut KPAM Secara Daring

SUMEDANGEKSPRES.COM – Konvergensi Perilaku Model Al-Ma’soem (KPAM) atau pengenalan lingkungan sekolah di Yayasan Al Ma’soem Bandung, dilakukan secara daring. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang selalu dilakukan pertemuan tatap muka, tahun ini calon peserta didik hanya diam di rumah.

Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung, Dr Ir H Ceppy Nasahi Masoem MS mengatakan, pelaksanaan KPAM dengan daring ini, mudah-mudahan yang pertama dan yang terakhir. “Berikutnya, tidak ada KPAM dalam bentuk daring. Mudah-mudahan kita juga bisa offline, bisa bertatap muka. Pandemi Covid ini segera berakhir, mudah-mudahan daerah Kabupaten Sumedang segera menjadi zona hijau. Sehingga pelaksanaan tatap muka akan segera dilaksanakan,” haranya, kemarin.

Baca juga :

SMPN 2: Sistem Pembelajaran Oke, Protokol Kesehatan SIP

Ceppy pun mengimbau kepada peserta didik, agar mengikuti rangkaian acara sampai tamat. Calon siswa Al-Ma’soem ini, sudah harus berusaha untuk beradaptasi dengan kondisi di Al-Ma’soem Ini. “Pasti ananda masuk ke Al-Ma’soem ini, banyak mendapatkan informasi. Ini lembaga sekolah yang ingin membentuk ananda cageur, bageur, pinter. Cageur, Al-Ma’soem berusaha keras mewujudkan siswa yang sehat jasmani dan rohani. Bageur dalam penyerahan pendidikan Al-Ma’soem yang bertanggung jawab agar siswa ber akhlak baik. Pinter, membentuk siswa yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, yang mampu bersaing di level local, regional juga tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Ceppy mengingatkan juga, agar calon peserta didik harus siap dengan aturan tata tertib untuk mamasuki Al-Ma’soem ini. Sebab informasi yang sampai ke calon peserta didik, ini lembaga sekolah yang disiplin dan islami.

“Ananda harus mulai bisa beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan, peraturan-peraturan di Al-Ma’soem ini. Seseorang berhasil sukses bagaimana bisa beradaptasi dengan kondisi baru. Dalam wabah Covid juga, yang berhasil sukses bertahan yang mau beradaptasi dengan kondisi wabah Covid ini,” katanya.

Disebutkan  juga, peserta didik yang libur di rumah, agar tetap mengikuti protokol kesehatan, supaya tidak terpapar Covid. Menuntut ilmu ini sama seperti ibadah yang lain yang tidak terganggu wabah, sholat, puasa tidak berhenti karena ada wabah Covid. Menuntut ilmu juga tetap dilakukan “Utlubul ‘ilmi minal Mahdi ilal lahdi”.

“Walaupun dilakukan secara daring, ananda harus terus berniat, bertekad untuk menuntut ilmu dengan cara yang berbeda. Dalam masa Konvergensi Perilaku Model Al-Ma’soem ini, kebiasaan offline, kebiasaan tatap muka sehari-hari dihindari dulu untuk sementara,” katanya.

Ceppy pun menegaskan, KPAM ini tidak ada perpeloncoan apalagi dalam kondisi daring, tidak ada perpeloncoan. Jadi dalam masa pandemi ini, KPAM tidak memberatkan siswa siswinya. Bagi calon peserta didik yang berasal dari berbagai sekolah dengan cara pembelajaran daring dari sebelumnya tidak seragam, karena latar belakang sekolah yang berbeda.

“Dalam masa Konvergensi Perilaku Model Al-Ma’soem ini, kita satukan pemahaman yang sama. Inilah belajar daring di Al-Ma’soem. Tinggal nanti pada saat Ananda belajar memasuki kegiatan belajar mengajar setelah melewati Konvergensi Perilaku Model Al-Ma’soem siap untuk belajar secara daring, tidak perlu adaptasi lagi,” katanya.

Di KPAM ini, lanjut Ceppy, menekankan pemahaman yang sama bagaimana belajar secara daring. Di tingkat SMP, tingkat SMA mungkin pemahamannya berbeda. Dan masa KPAM ini, sosialisasi atau menyeragamkan pemahaman bagaimana belajar secara daring.

“Calon siswa SMP di SD nya sebelumnya pernah daring, walaupun berbeda mungkin tapi masuk Al-Ma’soem nanti jadi pemahaman yang sama bagaimana cara daring yang efektif biar materi yang disampaikan betul-betul dapat sampai ke siswa, sampai dipahami dengan baik supaya ilmu yang diperoleh maksimal walaupun dengan metode pembelajaran secara daring,” ujarnya.

Bagi calon siswa SMP maupun calon siswa SMA, tadi mengulang lagi, seseorang bisa berhasil bagaimana dia bisa beradaptasi dengan kondisi apapun, kondisi sekarang wabah pandemi.

Beradaptasilah dengan wabah Covid. Libur sudah terlalu lama,mungkin daring dan sebelumnya ada yang efektif, ada yang tidak efektif. “Memasuki tahun ajaran 2020-2021 siapkan niat semaksimal mungkin agar mendapat ilmu yang sebanyak-banyaknya dengan cara pembelajaran daring ini,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed