oleh

Wabup Nilai Kesadaran Hukum Masyarakat Masih Rendah

SUMEDANGEKSPRES.COM – Meskipun hukum sudah sangat jelas dan memberatkan, namun masih saja ada tindak kejahatan. Artinya, masyarakat masih belum sadar akan hukum.

Hal itu, dikatakan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan di sela pemusnahan barang bukti (barbuk) kejahatan dan barang-barang yang memabukan oleh Kejaksaan Negeri Sumedang.

Langkah itu, kata Erwan, merupakan ikhtiar pemerintah dalam memberantas penyakit masyarakat. “Kami menyambut baik pemusnahan ini. Mudah-mudahan ini menjadi efek jera bagi para pelaku dan pelajaran bagi masyarakat yang akan melakukan tindakan kriminal,” katanya kepada Sumeks di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumedang, Rabu (15/7).

Melihat kondisi masyarakat seperti itu, Erwan sebagai orang nomor dua di Sumedang, tergugah hatinya untuk melakukan terobosan dalam membina masyarakat agar tidak buta hukum. “Kita harus lebih memasifkan lagi penyadaran hukum kepada masyarakat,” katanya.

Pembinaan tersebut, akan dilakukan mulai dari tingkat pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum. “Kami ingin ada sosialisasi atau penyuluhan hukum yang lebih masif lagi kedepannya,” harap Erwan.

Di tempat sama, Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang, Endang Sudarma mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkrah. “Dengan pemusnahan barang bukti ini, mudah-mudahan masyarakat Sumedang taat akan hukum, sehingga kedepannya tidak ada lagi tindak kejahatan. Selain itu, semoga masyarakat Sumedang semakin sadarakan hukum sehingga merasakan segala sesuatunya dari formasi hukum sendiri,” ujarnya.

Endang pun berharap, kedepan tidak ada lagi pemusnahan barbuk lagi. Dalam arti, tidak ada lagi terjadi tindakan-tindakan kejahatan. “Di Tahun 2021, semoga tidak terjadi lagi pemusnahan (barang bukti) baik di Polres, Kejaksaan atau pun Pengadilan Negeri, karena diharapkan masyarakat Sumedang sudah sadar akan hukum,” harapnya.

Endang menambahkan, barang bukti yang dimusnahkan itu yakni 824,5 gram ganja, 3,1 gram tembakau gorila, 61,9 gram sabu, obat-obatan terlarang berupa Riklona 5 butir, Alfrazolam 7 butir, dan Lorazepam 12 butir.

“Kemudian ada beberapa senjata tajam seperti golok dan celurit, serta minuman keras (miras) sebanyak 228 botol dengan rincian 108 dari hasil razia Satpol PP dan 120 botol dari anggota Polres Sumedang,” terangnya.

Menurut Endang, barbuk yang dimusnahkan merupakan dari hasil kejahatan sejak Juli 2019 hingga Juli 2020. Sedangkan untuk barbuk narkotika, merupakan hasil pengungkapan dari 41 perkara dengan rincian ganja 3 perkara, tembakau gorila 4 perkara dan sabu 38 perkara. Dari pengungkapan ini, ada 3 tersangka yang diamankan yakni tersangka CH, HER dan Y.

“Sementara obat-obatan terlarang yang dimusnahkan berdasarkan pengungkapan dari 3 perkara dengan satu tersangka. Untuk senjata tajam dari 19 perkara satu tersangka dan miras dari hasil operasi keamanan dan ketertiban di Sumedang,” paparnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed