oleh

PLN Berikan Relaksasi Tagihan Listrik

SUMEDANGEKSPRES.COM – PLN menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik selama masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Yang terjadi, adalah meningkatnya penggunaan listrik selama banyak aktivitas dilakukan di rumah.

Namun begitu, PLN mengakui, tidak ada pembacaan kWh oleh petugas selama masa PSBB tersebut. “Tidak ada kenaikan, dan memang selama PSBB, petugas baca meter tidak datang sehingga terjadi hitungan rata-rata 3 bulan pemakaian,” ujar Manager PLN ULP Sumedang Kota Rudi Purwanto kepada Sumeks kemarin.

Dan pada Juni 2020, pihaknya kembali menerjunkan petugas pembaca meter kWh listrik. “Bulan Juni PSBB berakhir, kami mulai pembacaan meter sehingga ada beberapa pelanggan yang dirata-rata, tidak sesuai di lapangan. Pemakaian naik karena ketika PSBB banyak yang tinggal di rumah. itulah yang membuat tagihan naik,” tegas dia.

Begitu pula dengan aktivitas sekolah, penggunaan metode daring menjadi salah satu faktor naiknya tagihan listrik. Begitu pula aktivitas rumah tangga seperti penggunaan alat-alat elektronik.

Namun demikian kata Rudi, PLN pusat berikan relaksasi bagi warga yang mengalami kenaikan tagihan listrik 120 persen. “Jadi pelanggan membayar 40 persen dari tagihan. Sisanya, dicicil sebanyak tiga kali,” ujar Rudi.

Terkait masa AKB, pihaknya juga memberlakukan protokol kesehatan cukup ketat di kantornya. Baik bagi karyawan maupun pelanggan yang datang. “Pelanggan yang ingin datang ke ULP, pelanggan tes suhu, wajib masker dan wajib cuci tangan, selanjutnya pelanggan baru bisa dilayani,” terang dia. (ahm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

5 komentar

  1. Hanya perlu modal dikit aja kita bisa jadi kaya,
    gimana caranya yaa…???
    buruan dech ke qqharian
    bikin hati senang kondisi dompetpun tenang….
    TAPI jangan lupa join now, kalo mau cepat ikutan kaya…

News Feed