oleh

Baznas Bantu Nono yang Lumpuh 17 Tahun

SUMEDANGEKSPRES.COM – Nono, 35, warga Dusun Dangder RT 02 RW 06 Desa Cigendel Kecamatan Pamulihan yang menderita lumpuh akibat tabrak lari, boleh sedikit lega. Pasalnya, laki-laki yang menderita lumpuh sejak 2005 silam akibat dilindas truk toronton itu, kini dibantu Baznas Kabupaten Sumedang.

Ketua Baznas Sumedang Ayi Subhan mengatakan, Badan Amil Zakat Sumedang menerima laporan bahwa ada korban lumpuh akibat tabrak lari hingga kakinya tak bisa digerakan. Baznas membantu korban, memberikan tempat tidur kesehatan lengkap dengan alat inpus dan kasurnya.

“Alhamdulillah, kami dari Baznas bisa sedikit meringankan korban penderita lumpuh akibat tabrak lari di Cadas Pangeran 17 tahun silam. Selama 17 tahun, korban hanya bisa terbaring di kasur seadanya. Alhamdulillah sekarang sudah nyaman tempat tidurnya lengkap dengan alat kesehatannya,” kata Ayi kepada wartawan, kemarin.

Menurut Ayi, korban pada 2005 silam, terlibat tabrakan antara motor dengan motor. Namun naas, korban terpental ke bagian tengah, hingga terlindas kakinya oleh truk toronton hingga lumpuh.

Baca juga :

Bansos Kemensos Sudah Terdistribusi 90 Persen

Emi, orang tua korban mengatakan, saat kejadian pada 2005 silam, anaknya berboncengan dengan rekannya menuju ke Sumedang kota. Di arah berlawanan datang motor yang sedang menyalip. Karena terlalu ke tengah, tabrakan pun tak bisa dielakkan.

“Anak saya terjatuh hingga tergilas truk toronton. Kakinya remuk dan luka luka. Beruntung nyawa korban bisa diselamatkan meski harus kehilangan kakinya,” katanya.

Sejak kecelakaan hingga sekarang, kaki anaknya tidak diamputasi dan tidak berobat ke ahli tulang karena keterbatasan biaya. Hingga sampak sekarang, kakinya tak bisa digerakan dan korban lumpuh total. “Ya pengobatan paling dari Puskesmas dan obat tradisional. Selama 17 Tahun, korban hanya terbaring di tempat tidur. Untuk ke toilet pun harus dibopong oleh bapaknya,” katanya.

Dia berharap, ada keajaiban dari Yang Maha Kuasa agar anaknya bisa berjalan normal. Atah setidaknya ada bantuan untuk pembelian kaki palsu atau biaya operasi. “Ya minimal kaki palsu atau tongkat biar bisa berjalan. Kasian anak saya kalau normal mungkin dia sudah menikah,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 komentar

News Feed