oleh

PAD PDAM Minim, Pengeluaran Boros

Kelebihan Beban Karyawan Turut Jadi Masalah

SUMEDANGEKSPRES.COM – Prahara masih terus menimpa PDAM atau sekarang menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Medal sejak beberapa tahun terakhir. Hal itu, lantaran ‘lebih besar pasak daripada tiang’.

Dimana, omzet yang diraih perusahaan berpelat merah itu, dinilai tidak berbanding lurus dengan pengeluaran. Dampaknya pun, berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumedang.

Hal itu, diungkapkan Anggota Kimisi ll DPRD Sumedang, H Deden Yayan kepada Sumeks, belum lama ini. Dia berkeyakinan, kelebihan karyawan menjadi faktor penyebab carut-marutnya perusahaan tersebut. “Kelebihan pegawai menjadi beban. Coba kalau (omzet) segitu hanya 300 pegawai, ini mah kan 500 lebih,” tuturnya.

Terkait Pemkab Sumedang yang berencana akan memulihkan kondisi perusahaan, Deden sangat setuju. “Sekarang mau disehatkan? Syukur. Namun (aliran dana penyertaan modal) harus difokuskan untuk peningkatan pelayanan, seperti perbaikan saluran pipa,” ujarnya.

Disebutkan, lebih dari 30 persen debit air berkurang akibat kebocoran pipa Sambungan Langsung (SL) ke rumah pelanggan. “Karenan kebocoran pipa, maka yang dirugikan adalah konsumen. Make cai jadi saeutik (pakai air hanya sedikit),” ujarnya.

Termasuk meteran pengontrol kubukasi, yang acap kali error. “Meteran harus diganti juga, masa hanya dengan keluar angin saja, meteran bergerak sendiri. Sementara airnya tak ada, kan ini yang jadi perbincangan di masyarakat,” paparnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 komentar

News Feed