oleh

Puskesmas Jatinunggal Gencar Sosialisasi Covid 19

SUMEDANGEKSPRES.COM, JATINUNGGAL – Awal-awal pandemik covid-19, menjadi hal cukup menakutkan di wilayah Kecamatan Jatinunggal. Betapa tidak, ribuan warga yang tadinya bekerja di wilayah Jabodetabek, hampir secara bersamaan pulang kampung ke wilayah tersebut.

Hal tersebut, setidaknya menjadi ancaman tersendiri bagi warga setempat. Sebab, mereka yang datang–meski saudara sendiri–berasal dari zona merah covid-19.

Namun demikian, berbagai upaya dilakukan pemerintah setempat, salah satunya oleh Tim Gugus Tugas Covid 19 Puskesmas Jatinunggal. Mereka berupaya agar warga Jatinunggal tidak terjangkit virus. Dan, kalau pun ada warga yang masuk ke Jatinunggal, tidak menyebar ke penduduk lokal.

“Kita melakukan upaya-upaya UKM (upaya kesehatan masyarakat) dan UKP (upaya kesehatan perorangan) dengan berbagai leading sector,” ujar Kepala Puskesmas Jatinunggal dr Puguh Y MSi ketika dihubungi Sumeks, kemarin.

Leading sector pertama, kata dia, adalah Tim Gerak Cepat Gugus Tugas Puskesmas. Kedua, Surveilans yang bertugas untuk pelacakan dan tracing. Ketiga, bagian Promosi Kesehatan (Prokes).

“Ketiga leading sector ini saling bahu membahu bersama pemerintah, agar penyebaran pandemik covid 19 tidak terjadi di Jatinunggal,” ujar dia.

Untuk Bagian Prokes, kata dia, dalam waktu singkat harus bisa menjelaskan serta mengajarkan kepada masyarakat tentang Covid 19 serta pencegahannya. “Kita harus punya trik-trik praktis agar masyarakat yang berlalu lalang dari Jakarta itu, bisa ikut membantu untuk melindungi kecamatan Jatinunggal dari virus tersebut. Selain itu, kita juga menyebarkan ribuan pamflet yang disebar secara door to door melibatkan kader posyandu dan RT RW setempat,” tutur dia.

Dia juga mengaku bersyukur, sarana prasarana selama covid, berangsur terpenuhi di Puskesmas atas bantuan Pemda. “Awal-awal kita pakai APD seadanya, bahkan tim medis UGD sempat menggunakan jas hujan. Tapi Alhamdulillah, seiring waktu sarana pun terpenuhi,” beber dia.

Puguh juga mengatakan, pada saat gugus tugas mendapat instruksi bupati terkait PSBB, pihaknya langsung menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya phisical distancing serta memisahkan antara pasien gejala demam dan pasien lainnya.

“Alhamdulillah, selama masa PSBB beberapa waktu lalu, pelayanan di Puskesmas tetap berjalan meski harus menerapkan protokol kesehatan. Terlebih, Puskesmas Jatinunggal membuka layanan 24 jam untuk IGD,” terang dia.

Selain itu, pihaknya juga hingga kini terus berkoordinasi dengan tim gugus tugas kecamatan dan pemerintahan desa. “Kita terus melakukan koordinasi dengan Pak Camat dan juga para kepala desa yang ada di Jatinunggal. Harapannya, pandemik segera berakhir dan masyarakat memasuki masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini, tetap waspada namun tidak panik,” pungkas Puguh. (ahm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

3 komentar

News Feed