oleh

Kurang Sosialisasi, Rapid Test Minim Peminat

SUMEDANGEKSPRES.COM, JATINANGORRapid test untuk memastikan adanya virus di tubuh, ternyata tidak diminati warga Jatinangor. Sejak adanya Peraturan Bupati Sumedang Nomor 55 Tahun 2020 per tanggal 5 Agustus 2020, baru satu orang yang dilakukan rapid test di Puskesmas Jatinangor.

Kepala Puskesmas Jatinangor, drg Amie Fitriah MHKes mengatakan, selain kurangnya sosialisasi, juga belum adanya aktivitas mahasiswa di Jatinangor. “Sebetulnya permintaan untuk rapid test banyak, hanya kita untuk legalitasnya (perbup, red) baru keluar kemarin, jadi puskesmas belum bisa menganggarkan alat kalau belum ada perbup,” katanya, kemarin (6/8).

Sementara, setelah adanya Perbup, Puskesmas Jatinangor karena sudah masuk kategori BLUD, sudah bisa menganggarkan untuk membeli alat rapid test. Sehingga, kata Amie, sudah bisa menerima rapid test mandiri.

“Sebagai contoh, rapid test mandiri itu untuk kepentingan pribadi, bekerja, sekolah, bepergian keluar kota dan kepentingan lainnya yang sifatnya ditanggung pribadi. Kecuali kalau untuk kepentingan umum, jauh-jauh hari kita sudah me-rapid ratusan orang,” ujarnya.

Sebagai contoh kemarin, kasus positif di Desa Sayang Kecamatan Jatinangor, keluarganya bisa rapid test gratis dengan biaya dibebankan ke negara. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau dan menginformasikan kepada warga Jatinangor, jika ingin rapid test bisa dilaksanakan di Puskesmas Jatinangor dengan biaya yang sudah ditentukan Perbup Nomor 55 Tahun 2020.

“Kalau dulu sebelum ada Perbup, kita gak bisa narif seenaknya. Nah sekarang, sudah ada Perbupnya, silahkan masyarakat yang ingin dirapid boleh datang ke Puskesmas Jatinangor,” ungkapnya.

Seperti diketahui, di Kabupaten Sumedang per tanggal 6 Agustus ini, sudah ada empat kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Terdiri dari tenaga kesehatan dua orang asal Kecamatan Conggeang, satu orang asal Sumedang Utara dan satu orang asal Kecamatan Sumedang Selatan. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed