oleh

Siap Ditanam saat HUT RI, Mangga Pondohboko Bakal Jadi Idola

SUMEDANGEKSPRES.COM – Vrietas Miyazakiwa-Do, diprediksi bakal menjadi pilihan para penikmat mangga. Bibit mangga unggulan ini, rencananya akan ditanam di Dusun Cipondoh Desa Pawenang Kecamatan Wado dan Dusun Ciboboko Desa Mekar Asih Kecamatan Jatigede, bertepatan dengan HUT RI ke-75 atau pada 17 Agustus 2020.

“Bibit mangga itu merupakan temuan putra Sumedang Asli asal Wado, bernama Dr. Ir. Surahman, M.Tech, M.Eng yang juga merupakan Direktur PT. Waskita Wado Energi, dengan cara mengawinkan  Mangga Miyazaki dari Jepang yang merupakan mangga termahal di dunia dengan Mangga Gedong Gincu dari Sumedang,” kata Slamet Prihadi (Bah Slamet) yang juga Pengurus Koperasi Agribisnis Tembong Agung (KATA) Sumeks melalui WhatsApp, Kamis (6/8).

Menurut Bah Slamet, kedua varietas itu merupakan jenis mangga unggulan, sehingga dipresiksi bakal dihasilkan buah mangga yang juga berkelas.

“Tanam bibit perdana ini akan dilakukan daerah Cipondoh dan Ciboboko, sehingga nantinya diharapkan akan dikenal dengan Mangga ‘Pondohboko’. Penanaman uji cobanya akan dilakukan bersama Bunda Eni (Eni Sumarni) anggota DPD-RI periode 2019-2024 asal Situraja , saat HUT RI, 17 Agustus ini,” jelasnya.

Pertama, kata Slamet, penanaman itu dilakukan di Cipondoh Pawenang Wado dan berikutnya beralih ke Daerah Ciboboko Desa Mekar Asih Kecamatan Jatigede. Dan sebelumnya, kata dia, telah dilakukan penanaman Bibit Mangga MGB (Em-Ji-Bi) singkatan dari Mangga Gedong Burahay yang telah di-patent-kan.

“Namanya di Kemenkumhan RI pada Bulan Desember 2019 oleh beliau (Surahman, red) dan sudah ditanam di Desa Jembarwangi Kecamatan Tomo. Penamamannya percontohannya sudah dilakukan sejak bulan Januari 2020 yang lalu,” tuturnya.

Uji coba penanaman Mangga Pondohboko ini, diharapkan akan dapat menghasilkan varietas mangga premium yang dihasilkan dari daerah sekitar Waduk Jatigede. Sehingga kelak, daerah itu dapat menjadi eco-wisata yang akan mendukung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dari itu, diharapkan juga meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sumedang.

Terlepas dari itu, kata Slamet, saat ini, Surahman telah berhasil menciptakan formula pupuk organik cair yang diberinama POC Kabuyutan Sumedanglarang. Pupuk itu merupakan hasil pengolahan sampah buah-buahan dari pasar induk, menjadi produk pupuk organik cair dengan hasil yang tidak kalah dengan Produksi POC di pasaran. Itu juga, sesuai hasil test dari Laboratorium PPBBI (Pusat Penelitian Bioindustri dan Bioteknologi Indonesia) di Bogor.

“Semoga saja penemuan-penemuan dari beliau yang akrab dikenal dengan nama Kang Surahman, dapat bermanfaat dan berdaya guna buat masyarakat Sumedang, khususnya masyarkat yang terkena dampak (OTD). Semoga,” tukasnya. (sep/rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed