oleh

Polemik Jelang Musda Golkar

Renovasi Gedung Dianggap Pengrusakan

SUMEDANGESKPRES.COM – Dinamika Politik Partai Golkar Kabupaten Sumedang semakin bergejolak. Hal itu semakin terasa jelang Musda ke-10 Partai Golkar Kabupaten Sumedang yang akan dilaksanakan pada 27 Agustus 2020.

Perebutan kursi ketua DPD Partai Golkar, pun kian hari kian memanas. Berbagai manuver dari setiap kubu terus dilancarkan untuk mempermulus ambisi menjadi pucuk pimpinan di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Baca juga :
AMPG Jamin Musda Golkar Kondusif

Di tengah panasnya persaingan tersebut, setiap langkah yang dilakukan oleh masing-masing kandidat, selalu menjadi sorotan. Bahkan tidak sedikit, hal tersebut bisa dijadikan senjata bagi lawan politik untuk menggoreng isu agar menguntungkan bagi pihaknya.

Salahsatu isu yang memanas saat ini adalah adanya rencana untuk merenovasi gedung Golkar yang telah puluhan tahun berdiri di Kabupaten Sumedang. Seperti diketahui, gedung yang telah usang dimakan usia tersebut, rencananya akan dibangun suami kandidat bakal calon ketua DPD Partai Golkar Sumedang, Sonia Sugian.

Sebelumnya, pihaknya mengklaim telah melakukan komunikasi dengan pengurus DPD Partai Golkar, Jafar Sidik, Ketua Fraksi Golkar Deden Yayan dan diketahui Pimpinan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Ade Barkah.

“Saya sudah komunikasi sebelumnya. Bahkan ketua Golkar Sumedang dan ketua Fraksi Golkar juga awalnya mengizinkan. Chatting-annya masih saya simpan,” ujar Komisaris Perusahaan Binaan DPP HPK KOSGORO 1957, Asep Sugian kepada Sumeks, Minggu (9/8).

Namun demikian, rencana renovasi tersebut justru membuat gaduh sejumlah pihak. Sehingga, proses renovasi pun terpaksa harus terhenti. “Awalnya sudah diperbolehkan, sampai kami menurunkan pegawai untuk membongkar beberapa bagian gedung yang rusak untuk diperbaiki. Tapi, tiba-tiba kembali dilarang. Ini ada apa? Saya sendiri tidak paham,” terangnya.

Asep juga mengaku, dirinya menerima informasi jika renovasi tersebut merupakan sebuah manuver politik dari Sonia Sugian, untuk menduduki kursi ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang. Akan tetapi, Asep yang juga suami dari Sonia Sugian menegaskan jika tidak ada unsur politik dalam renovasi gedung tersebut.

“Tidak ada, manuver dari mananya? Kalau kami merenovasinya setelah Musda nanti, itu baru ada manuvernya. Tapi kan kami renovasi sebelum musda. Lalu, memangnya gedung golkar ini punya hak suara? Kan tidak. Tolong lah berpikir yang logis, ini demi kebaikan Golkar juga,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan renovasi yang rencananya menelan biaya hingga ratusan juta tersebut, akan kembali dilaksanakan setelah kondisi pulih kembali. “Sebetulnya, kami melakukan ini hanya sebagai ungkapan terima kasih kami kepada Golkar yang telah membesarkan kami sebelumnya. Tapi tidak menyangka saja ternyata malah digoreng menjadi isu yang tidak benar,” paparnya.

Jika memang dianggap telah melakukan pengrusakan, lanjut Asep, pihaknya menyarankan untuk segera melakukan laporan kepada pihak berwajib. “Saya yakin mereka semua mengerti hukum, jika pekerjaan kami dianggap melakukan pengrusakan, silahkan saja laporkan. Tapi kami bisa membuktikannya,” tuturnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi kepada Ketua DPD Partai Golkar Jafar Sidik, pihaknya sulit untuk dihubungi. Begitupun terhadap Sekretaris Golkar Yogie Yaman Sentosa dan Ketua Fraksi Golkar Deden Yayan, enggan untuk berkomentar terkait masalah tersebut. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed