oleh

Patuhi Protkes, Tetap Jangan Panik

SUMEDANGESKPRES.COM – Memasuki adaptasi kebiasaan baru (AKB), pola hidup sehat mesti terus dijaga. Sebab, pada masa ini, tidak sedikit masyarakat abai dengan kesehatan di masa covid-19 ini. Padahal, hingga saat ini, penyakit yang ditularkan melalui virus itu, belum berakhir.

Namun demikian, setidaknya masyarakat bisa menjalankan berbagai tips dalam menjalani kehidupan di masa pendemi ini. Utamanya, menjaga imun tubuh agar tetap fit sehingga virus yang masuk ke tubuh, secara otomatis tidak bisa berkembang.

Baca juga :

Puskesmas Situ Pindah Awal 2021

Kepala Puskesmas Sumedang Selatan Hj Ilah Siti Harmilah SKep Ners mengatakan, salah satu tetap menjaga imun prima, adalah dengan menjaga pola hidup sehat dan teratur. “Makan makanan dengan gizi seimbang, olahraga dan utamanya tidak stres,” ujar Ilah ketika ditemui Sumeks di ruangan kerjanya, kemarin (11/8).

Sebab, kata dia, salahsatu faktor pencetus stres, di antaranya kebanyakan mendengar informasi covid yang tidak jelas sumbernya, sehingga bisa menurunkan daya tahan tubuh. “Covid mudah menular ketika imun lemah. Makanya, kita harus terus galakan germas (gerakan masyarkat sehat) dan cerdik. Yakni Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat teratur dan Kelola stres,” ujar dia.

Diakui Ilah, faktor stres juga sempat dialami sejumlah pegawai Puskesmas, ketika mereka harus menjalani isolasi mandiri, beberapa waktu lalu. “Ada pasien gigi, setelah kita rujuk ke RSUD, ternyata ketika di-rafid, hasilnya reaktif. Karena di awal-awal, itu masih booming covid, kita langsung rumahkan sekitar 16 karyawan kami, namun alhamdulillah hasilnya semua negatif,” ujar dia.

Saat ini, terang Ilah, pelayanan di Puskesmas Sumedang Selatan berjalan seperti biasa. Namun demikian, kata dia, pihaknya menerapkan aturan protokol kesehatan yang cukup ketat. Yakni, pasien wajib memakai masker, selanjutnya cuci tangan dan menjaga jarak antara satu dengan lainnya. Selain itu, kata dia, pasien tidak menumpuk di ruangan tunggu.

Baca juga :

Rombongan Kadis Pariwisata Wajib Karantina

“Kami juga menempatkan dua orang petugas untuk melakukan pengecekan awal sebelum pasien masuk ruangan tunggu. “Jika ada pasien dengan suhu tubuh di atas 37,5 kita siapkan ruangan tersendiri untuk infeksius namanya. Sehingga tidak bercampur dengan pasien-pasien yang tidak bergelaja infeksi seperti demam, batuk dan filek,” beber dia.

Dia juga mengingatkan, seiring dibukanya kembali berbagai fasilitas umum dan tempat wisata, diharapkan para pengelola menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Begitu juga dengan pusat perbelanjaan tradisional maupun modern. “Terlebih lagi, saat ini sudah banyak yang menggelar hajatan atau resepsi pernikahan. Diharapkan masyarakat juga mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkas Ilah. (ahm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed