oleh

Sejak Pandemi Marak Pencuri Pisang

Satu Kebun Ditebang Habis

SUMEDANGESKPRES.COM, PASEH – Masyarakat Kecamatan Paseh, resah dengan banyaknya pencurian buah pisang di kebun. Pencurian itu, sampai terjadi di beberapa wilayah Kecamatan Paseh.

Menurut pengakuan beberapa warga, pohon pisang yang mulai tua dan matang, ditebang batang pohonnya. Bahkan ada pula yang dipotong dengan cara digergaji.

Seperti diutarakan Ketua RW 01 Desa Paseh Kaler di grup Forum Warga Paseh (FWP). ‘Punten melenceng sakedik,,, bewara ka wargi sadaya,, wireh na bangsat cau tos maceh deui,, di daerah abdi, nu sa kebon langkung ti 25 tangkal melayang,,’.

Dia melanjutkan ‘Di dieu mah mung di candak 2 atanapi 3 sikat,, nu sapalih na di cul keun’.  Lanjutnya lagi, ‘Ieu mah rupi na sanes kalaparan, tapi tos ngarupikeun padamelan. Margi ieu mah tos sanes sakali dua kali, seeeeeering’.

Menurut pengakuannya, kejadian pencurian pisang itu, terjadi di Cilalaren Desa Paseh Kaler. Dia pun mengajak semua warga, agar waspada. “Kejadiannya di wilayah Kebun Cilalaren Desa Paseh Kaler Kecamatan Paseh,” ujar Afandi saat dihubungi melalui selulernya, Senin (17/8).

Sebenarnya, kata Afandi, kejadian pencurian pisang sudah sering terjadi. Namun tidak sebanyak saat ini, karena hampir satu kebun dibabat habis. “Biasanya, pencuri pisang hanya mengambil satu sampai tiga pohon saja. Namun saat ini dalam satu kebun ada lebih dari 25 pohon,” jelasnya.

Dijelaskan, di kawasan kebun Cilalaren sendiri, pencuri pisang pernah tertangkap warga setempat beberapa waktu lalu. Dan saat ini, di wilayah tersebut aman. Namun kini, pencuri pisang pindah ke blok lainnya meski masih di wilayah perkebunan Cilalaren.

“Kami akan melakukan upaya agar pencurian pisang tidak terjadi lagi. Kami bersama warga lainnya akan mencegah pencurian pisang,” jelasnya.

Sementara itu warga lainnya, Kurnaesih masih di grup WA Forum Warga Paseh mengatakan, ‘Saminggu kapengker ge nu gaduh sawah bedahan kiduleun kecamatan seueur tangkal cau nu kantun gagang na wungkul. Teu di tuar ngalana teh, tapi diragaji saur nu gaduh sawahna’.

Hal yang sama juga diungkapkan tokoh pemuda Kecamatan Paseh, Febby Fabianto. Menurutnya, kejadian pencurian pisang juga pernah terjadi di wilayah Desa Citepok. Kejadiannya sendiri terjadi saat awal-awal pandemi Covid-19 masuk ke Kabupaten Sumedang.

Dia pun mengimbau agar warga tetap waspada dan berupaya melakukan pencegahan pencurian. “Kalaupun tertangkap diharapkan warga jangan main hakim sendiri. Kita harus menyerahkan sesuai prosedur hukum,” tegasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed