oleh

Kebon Kalapa Saluran Bansos Tanpa Kendala

SUMEDANGESKPRES.COM, CISARUA – Pemerintah Desa Kebon Kalapa Kecamatan Cisarua, sukses menyalurkan bantuan sosial (bansos) dampak covid-19. Seperti bantuan pangan non tunai (BPNT) untuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan Non DTKS dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta bantuan dari Kementerian Sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT).

Begitu juga, bantuan perluasan BPNT, BLT Dana Desa (DD) yang bersumber dari anggaran DD Kebon Kalapa dan juga bantuan tunai dari Pemerintah Kabupaten Sumedang. “Untuk bantuan BLT Dana Desa sebanyak 53 kepala keluarga (KK) atau keluarga penerima manfaat (KPM). Untuk bantuan PKH sebanyak 186 dan untuk bantuan dari Kementerian Sosial berupa bantuan langsung tunai 61 KK,” kata Pjs Kades Kebon Kalapa, Tatang Munawar S.E., didampingi Sekdes, Iwan Kartiwa, Rabu (19/8).

Baca juga :
Galudra Tuntaskan BLT DD Tahap 3

Sedangkan untuk penerima atau perluasan BPNT, lanjutnya, diberikan untuk 17 KK. Untuk bantuan Provinsi Jawa Barat berupa bantuan non tunai tahap satu DTKS sebanyak 25 dan untuk Non DTKS sebanyak 261 dan pada tahap kedua sebanyak 368 kepala keluarga.

Dijelaskan Iwan, untuk BLT pada tahap satu diberikan kepada 53 penerima manfaat, tahap dua 50 penerima. Namun untuk tiga penerima, dua penerima mendapatkan transfer melalui rekening BRI dan yang satunya termasuk kepada BPNT perluasan. “Cuma keduanya di tahap dua di bulan Juni. Mei jalur pertama 53, Juni 50. Untuk pencairan sesuai peraturan bahwa ada penambahan waktu selama 3 bulan kedepan itu menjadi 55 KK penerima manfaatnya,” sebutnya.

“Itu jenis-jenis bantuan yang ada di Desa Kebon Kalapa, dan kami telah salurkan sesuai persyaratan, sesuai prosedur yang seharusnya dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dan alhamdulilah untuk di Desa Kebon Kalapa sendiri, tidak ada permasalahan-permasalahan lain mengenai penyaluran bantuan sosial,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan sosial dari berbagai sumber ini, pihaknya berharap dapat membantu untuk memulihkan kembali perekonomian masyarakat dari dampak covid-19. “Dan mudah-mudahan kedepannya masyarakat dengan situasi seperti ini, dengan segala keterbatasan perekonomian secara umum bisa kembali pulih untuk kegiatan perekonomian di masyarakat. Dan, tetap terjaga dan tetap wajib mengikuti anjuran para pakar kesehatan dari segala bidang kegiatan untuk memakai masker dan mencuci tangan,” imbuhnya.

Baca juga :
BLT APBD Belum Turun-turun

Di samping itu, Iwan menyebutkan, dampak covid-19 berpengaruh juga pada program pembangunan desa. Sebab, dana kegiatan pembangunan ada yang dialihkan untuk biaya penanganan covid-19. Termasuk untuk bantuan langsung tunai, berasal dari anggaran yang akan digunakan untuk kegiatan pembangunan sarana air bersih, serta MCK untuk masyarakat.

“Karena di Desa Kebon Kalapa sendiri itu, masalahnya mungkin kekurangan air bersih. Tapi dengan terjadinya Covid-19, mau tidak mau, kegiatan untuk tiga titik pembangunan itu di-cancel,” tuturnya.

Meski begitu, ada pembangunan yang bersumber dari DD telah diterapkan. Seperti pembangunan Jalan Cibolang di RW 7, pembangunan jalan gang tembus RT 01 RW 5 Cibolang dengan RW 9 berupa rabat beton. Ditambah dengan pembangunan TPT Jalan Pasir Munding melaksanakan pembangunan tahap satu. (ahm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed