oleh

Rohendi Siap Manfaatkan dan Gali Potensi Desa

Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

SUMEDANGEKSPRES.COM , TOMO – Calon Kepala Desa Jembarwangi Kecamatan Tomo, Rohendi Sudarman, akan memanfaatkan potensi yang ada untuk dikembangkan menjadi potensi unggulan. Dia tidak mau ada kesamaan dengan program-program pemerintah desa sebelumnya.

Maksudnya, kata Rohendi, setiap kepala desa mempunyai program unggulan masing-masing. Contoh, potensi bidang pertanian yang perlu perhatian khusus dari pemerintah desa, sehingga program tersebut tidak terbengkalai.

“Saya akan hadir disana sebagai kepala desa, ketika yang lain hanya mengandalkan program tanpa eksekusi di lapangan. Saya akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan eksekusi program tersebut bersama sama dengan masyarakat,” ujar Rohendi saat berbincang dengan Sumedang Ekspres di kediamannya, belum lama ini.

Intinya, lanjut dia, ketika membangun rasa adil di masyarakat, semua lapisan akan diajak bicara. “Dengan potensi yang ada, akan kita munculkan dan kita kembangkan, bahkan kita gali potensi yang ada,” tandasnya.

Menurutnya, ada penilaian dari Kementerian Desa, bahwa Dana Desa (DD) selama lima tahun, kurang efektif. Dia mengkhawatirkan untuk kedepan, ketika kebijakan dari pemerintah pusat itu tidak ada, akan berakibat fatal kepada desa sendiri kedepannya. “Makanya inovasi-inovasi kita kembangkan dengan potensi yang ada di wilayah desa sendiri,” jelasnya.

Rohendi menerangkan, mengingat Desa Jembarwangi mempunyai potensi pertanian yang cukup bagus, dirinya akan menggarap sarana dan prasarana pertanian serta potensi alam. Seperti sumber air.

“Sebenarnya Desa Jembarwangi hampir 70 persen tidak memerlukan pengairan teknis seandainya dioptimalkan sumber air yang ada. Salahsatunya, sungai Cibayawak yang alirannya dari gunung, kita kembangkan potensi itu,” tegasnya.

Lanjut dia, kalau bicara kesejahteraan rakyat hanya lewat sebuah program aplikasi tidak jelas, mending mengoptimalkan sumber air tersebut. Itu 75 persen kehidupan ekonomi masyarakat akan stabil karena selain untuk kebutuhan pemukiman, air tersebut bisa mengairi areal pertanian.

Contohnya, saat ini Dinas Pertanian melalui kelompok-kelompok tani mengajukan berbagai sarana teknis untuk pengairan nyaris tanpa pendampingan dari pemerintah desa. Justru untuk tepat sasarannya program, jika nanti terpilih menjadi kepala desa, dirinya harus hadir disana. Menjadi pendamping petani, bahkan harus menjadi mentor langsung. Karena, kalau bicara kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan, apalah artinya kalau tidak dimulai dari hulunya.

“Jadi ketika tersedia lapangan kerja berbasis pertanian, karena ketersediaan itu dipastikan daya beli masyarakat meningkat. Ketika daya masyarakat meningkat, kesejahteraan akan didapat,” pungkasnya. (atp/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed