oleh

Untuk Makan, Nana dan Anak-anaknya Andalkan Uluran Tangan

SUMEDANGESKPRES.COM , CONGGEANG – Potret kemiskinan di Kabupaten Sumedang, masih kerap ditemui. Tidak hanya di pedesaan, di wilayah kota pun cukup kentara.

Meski, Pemerintah menetapkan target penurunan kemiskinan satu persen per tahun, itu artinya kemiskinan tidak akan hilang dalam sekejap.

Menjalani kehidupan dengan serba kekurangan, pun dialami Nana Sutisna (53). Kondisi perekonomian dua anak dua ini, diperparah dengan kondisi kesehatan. Itu juga yang menyebabkan dirinya harus kehilangan pekerjaan sejak 5 tahun lalu.

Warga Dusun Cibodas RT 3 RW 6 Desa Conggeang Kulon Kecamatan Conggeang itu sebelumnya bekerja sebagai buruh tani serabutan. Setelah penglihatannya terganggu, ia hanya berdiam di rumahnya dan tidak bisa bekerja seperti sediakala.

“Saya hanya diam di rumah, tidak bisa bekerja seperti semula. Selain penglihatan terganggu, kondisi badan juga sudah tidak fit,” ujar Nana saat ditemui Sumedang Ekspres di kediamannya, Kamis (29/8).

Dikatakan, apabila harus ke kebun dan ke sawah untuk melihat tanaman olahannya, dirinya hanya bisa merayap dan harus hati hati. Terkadang, untuk melakukan aktifitas sehari-hari harus dituntun sama anak yang bungsu.

“Keadaan ini cukup mengganggu perekonomian, padahal anak anak saya masih butuh biaya untuk sekolah,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari harinya, dia hanya mengandalkan bantuan dari keluarga dan tetangga di sekitarnya. Baik itu berupa makanan ataupun bantuan lainnya.

“Selama ini saya hanya mengandalkan bantuan dari tetangga. Beruntung, keluarga dan tetangga selalu membantu saya,” jelasnya.

Nana bertekad, apabila sudah sehat seperti sediakala, dia akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kedua anaknya sehari hari yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Namun, untuk bekerja seperti sediakala mungkin fisiknya sudah berkurang. 

“Makanya, saya akan bekerja di bidang lain. Seperti berdagang ataupun lainnya. Namun, saya sendiri masih terkendala modal untuk mewujudkannya,” paparnya.

Sementara itu, seorang tetangga Nana, Ateng mengaku telah berupaya untuk mendorong dan memotivasi agar Nana kembali bersemangat. Karena, Nana awalnya seperti telah kehilangan semangat.

“Alhamdulillah, dia kembali termotivasi dan bersemangat untuk kembali sehat. Hingga ingin memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,” jelasnya.

Ateng pun bersama tetangga lainnya telah berusaha membantu Nana untuk memeriksakan kesehatan matanya. Di antaranya, meminta bantuan ke Baznas Sumedang.

“Alhamdulillah, Baznas Sumedang membantu. Setelah memeriksakan kesehatannya, penyakit Nana dinyatakan bisa disembuhkan. Sekarang, hanya tinggal melakukan operasi. Kami pun masih berusaha mencari biaya agar Nana bisa dioperasi secepatnya,” jelasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed