oleh

Kunjungan Wisatawan Turun Drastis

SUMEDANGEKSPRES.COM , PAMULIHAN – Camat Pamulihan Herry Hardjadinata mengecek Adaptasi Kebiasaan Baru di Wisata Alam Pangjugjugan Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan, kemarin. 

Camat didampingi Kasi Trantib Kecamatan, dan aparat desa disambut Pengelola wisata Alam Pangjugjugan, Gaosul Anam. 

“Kunjungan hari ini dalam rangka mengecek protokol kesehatan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Ternyata memang penerapan protkes sudah baik. Di pintu gerbang sudah diperiksa suhu tubuh dengan thermogun, kemudian ada tempat cuci tangan dan handsanitizer di beberapa titik,” kata Camat. 

Mantan camat Cimanggung ini menambahkan, tak hanya mengecek protokol kesehatan, pemerintah Kecamatan juga memberikan sosialisasi Perbup Nomor 74 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin pemakaian masker bagi masyarakat khususnya pengelola dan pengunjung wisata alam. 

Menurut Camat, jika kedapatan ada warga yang tidak memakai masker maka akan ditegur terlebih dahulu, kemudian diberi peringatan. Atau bahkan sanksi ringan seperti disuruh push up atau bersih bersih jalan. 

“Kalau tiga kali melanggar, karena ada datanya di Satpol PP maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda Rp100 ribu bagi perorangan dan Rp150 ribu bagi pengelola,”katanya. 

Menurut Herry, tak hanya di Pangjugjugan sosialisasi masa Adaptasi Kebiasaan Baru dan perbup 74 tahun 2020 juga dilakukan ke sejumlah tempat publik dan keramaian. Seperti di pasar, simpang, lapangan sepak bola dan pasar tumpah. 

“Di Kecamatan Pamulihan sendiri tempat wisata selain di Pangjugjugan juga di Kolam Renang Panyidangan, Ciceri Kareumbi, Cadaspangeran dan Cigendel Pamulihan. Juga kami sosialisasi ke desa desa,” katanya. 

Sementara itu, Pengelola Wisata Alam Pangjugjugan Gaosul Anam mengatakan di masa AKB jumlah pengunjung turun drastis. Meskipun demikian, pelaksanaan protokol kesehatan dan pemakaian masker selalu dilakukan di Pangjugjugan. 

Pun jaga jarak dan tidak berkerumun langsung diterapkan di Pangjugjugan. Meskipun di masa pandemi ini jumlah pengunjung turun drastis sehingga tidak ada kerumunan dan antrean di tiket masuk. 

“Paling jumlah pengunjung sekitar 30 sampai 50 orang. Itu juga hari weekend. Kalau hari hari biasa paling 10 sampai 20 orang,” katanya. 

Di Pangjugjugan sendiri karena arenanya luas dan tempat terbuka sehingga jaga jarak sangat dilakukan. Bahkan, acara acara pernikahan pun yang digelar di aula Pangjugjugan batal digelar. 

“Kami menyediakan tempat meeting, untuk hajatan indoor dan outdoor, namun semuanya batal karena pandemi ini. Jangankan untuk gelar acara hiburan, untuk acara family gathering juga sekarang sulit,” tandasnya. (imn

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed