oleh

Tempat Hiburan Tutup, PAD Turun

Pandemi Hambat Sejumlah Sektor Usaha

SUMEDANGEKSPRES.COM – Masih ditutupnya tempat hiburan, selain berdampak pada usaha pemiliknya, berdampak pula pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Termasuk untuk PAD Kabupaten Sumedang di Tahun 2020 ini. Dimana semenjak pandemi covid-19, dilakukan penutupan sejumlah sektor usaha mulai dari tempat hiburan, restoran serta hotel.

Bupati Sumedang, Dr H Dony Ahmad Munir menuturkan, banyak potensi pajak yang tidak masuk pada PAD. Kondisinya pun, sangat tidak memungkinkan untuk membayar. Dan untuk Sumedang mengalami penurunan sebanyak 20 persen. “Tidak semuanya turun. Ada beberapa jenis pajak daerah yang naik, itupun hanya sedikit saja,” ujarnya, kepada wartawan di gedung Negara Sumedang, baru-baru ini.

Menurutnya, dari beberapa jenis pajak yang naik, tetap belum bisa menutup kekurangan pendapatan. Kenaikan yang terjadi, masih jauh dari target PAD yang ditentukan. “Dari pandemi Covid-19 ada beberapa kegiatan tidak bebas, sehingga berdampak pada ekonomi,” ujarnya.

Di tempat sama, Sekretaris Bapenda Sumedang, Rohana menyebutkan, yang paling berpengaruh, dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Sebab, investasi yang kurang itu berasal dari pajak hotel, restoran dan hiburan. “Utamanya tempat hiburan. Kan tutup, karena kondisi juga (covid-19),” sebutnya.

Target PAD Kabupaten Sumedang untuk tahun ini mencapai Rp 474 miliar. Dan pendapatan paling besar, dari kontribusi pajak daerah sekitar Rp 194 miliar. Sehingga ada kemungkinan, target itu tidak akan tercapai. “Harus tetap untuk berusaha (mencapai target),” tukasnya. (sep/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed