oleh

Gedung Pelelangan Ikan Jadi Tempat Parkir Liar

PROYEK MUBAZIR

SUMEDANGESKPRES.COM – Sejatinya, Kabupaten Sumedang memiliki gedung pelelangan ikan. Lokasinya, di Pasar Inpres Sumedang. Namun, sejak dibangun 2010 silam, pemanfaatannya tidak jelas.

Gedung dua lantai yang terlihat kokoh itu, pun terkesan mubazir. Ironisnya, bagian lantai satu yang harusnya jadi tempat lelang ikan, malah dijadikan tempat parkir liar.

“Kenapa tidak dipakai? Pertama, sarana air tidak ada. Kedua, lemari pendingin tak ada juga dan ketiga, saluran sanitasi untuk membuang air pun tidak ada,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Sumedang Kota Iyep Iwan Warsito kepada Sumeks di kantornya, Senin (31/8).

Baca juga :
Bangunan Lelang Ikan Terbengkalai

Dijelaskan, awal-awal rampung pembangunan, para pedagang ikan akan ditempatkan sesuai dengan pembagian petak yang sudah diatur sedemikian rupa. Namun tidak kesampaian, karena minim fasilitas. 

“Ada sembilan pedagang waktu itu dan memang belum sempat pindah,” ujarnya seraya menyebutkan, saat pertama tugas di Pasar Inpres, lokasi tersebut belum pernah ditempati para pedagang.

Iyep tidak bisa berkomentar lebih jauh lagi, lantaran proyek pembangunan yang dilaksaankan pada 2010 itu, leading sektornya berada pada Dinas Peternakan Dan Perikanan  Kabupaten Sumedang.

“Tidak tahu menahu soal mangkrak atau tidaknya, karena bukan ranah kami. 

hanya saja lokasinya di sini dan objeknya pedagang di Pasar Inpres,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Sumedang Ir Subarti mengaku, sejak dirinya menjadi kabid Perikanan sekitar tiga tahun lalu, bangunan itu sendiri sudah terbengkalai dan rusak.

“Yang saya ketahui, bangunan itu merupakan program dari pemerintah pusat dengan anggaran dari APBN. Pihak dinas sendiri hanya mencari lokasi atau tempat saja,” ujar Subarti saat berbincang dengan Sumeks, Senin (31/8).

Dijelaskan, bangunan tersebut dibuat untuk penampungan ikan bagi para pedagang di Pasar Sumedang. Arahannya untuk stok ikan.

Kata dia, dulu bangunan tersebut ada pengelolanya dan pernah jalan untuk penampungan ikan. Bangunan itu sendiri dilengkapi cool boks untuk penampungan ikan agar tahan lama.

“Setelah terbengkalai, saya sempat menelusuri terkait aset yang ada di dalamnya. Namun cukup sulit,” katanya.

Saat ini, kata Subarti, pihaknya merasa pesimis kalau mengajukan bangunan tersebut untuk diperbaiki dan dilengkapi peralatannya. Karena, belum tentu ada pedagang yang mau memanfaatkan akibat posisi bangunan kurang strategis dan kotor, bersebelahan dengan tempat sampah.

“Bangunan itu sendiri empat ditawarkan untuk dimanfaatkan kepada para pedagang ikan. Tapi kalau tidak ada pembeli karena pembeli tidak sampai ke bangunan tersebut, pedagang lebih memilih berdagang di depan. Dan, para pedagang sendiri tidak mau digiring ke tempat bangunan ikan tersebut,” jelasnya.

Baca juga :
Ingat, Parkir Motor Cuman Rp 1.000

Ditegaskan Subarti, kalaupun kedepannya bangunan tersebut akan diperbaiki dan dilengkapi peralatannya serta dimanfaatkan,  harus jelas dulu pengelolanya. Agar, kedepannya pembangunan dilakukan secara matang dan tidak terulang kembali bangunan terbengkalai.

“Sekarang lantai bawah bangunan dipakai parkir motor. Seharusnya, bagian bawah bisa dipakai oleh para pedagang. Kemungkinan tidak dipakai karena berada belakang pasar bersebelahan dengan tempat pembuangan sampah,” tutupnya. (nur/atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed