oleh

Kuota Internet Gratis Harus Merata

Ferry: Jangan Timbulkan Masalah Baru

SUMEDANGESKPRES.COM – Bantuan kuota internet yang dikucurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), harus benar-benar merata. Jangan sampai menimbulkan masalah, karena ada siswa yang tidak kebagian jatah internet gratis untuk September-Desember 2020.

Mengingat, pengumpulan data bagi siswa penerima bantun kuota internet gratis, terbilang singkat. Surat Kemendikbud Nomor 8202 yang keluar pada 27 Agustus, pengisian data terakhir melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) hingga Senin (31/8) kemarin. Yang artinya, hanya tiga hari untuk menginput data siswa.

“Diharap jangan sampai menimbulkan masalah ya. Apalagi waktunya itu singkat untuk mengumpulkan data melalui Dapodik.  Jangan sampai nanti, ada siswa yang tidak dapat atau tidak kebagian bantuan itu lah. Mengingat, yang namanya bantuan itu, bila pengelolaannya kurang, pasti ada saja (masalah) baru. Itu terjadi dimana-mana, mau bantuan apa pun itu,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumedang, Ferry Budianto kepada Sumeks, kemarin.

Baca juga :
Fantastis, Bantuan Kuota Internet Rp192 Juta

Meski begitu, Ferry menambahkan, dilihat dari segi manfaat, bantuan kuota internet gratis bagi siswa sebesar 35 GB perbulan selama empat bulan itu, akan membantu proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Kalau dari manfaat, pasti bermanfaat ya. Apalagi sudah lama belajar online atau daring. Bahkan sudah ada keluhan juga kan dari orangtua siswa yang terbebani membeli kuota, dan sekarang seakan didengar dan akan ada bantuan,” tuturnya.

Hanya saja, lanjut Ferry, untuk sebuah daerah termasuk di Sumedang, adanya bantuan kuota internet itu, tidak akan semua merasakanya. Mengingat letak geografis dan kebisaan orangtua siswa di pelosok, akan berbeda dengan wilayah kota. Terlebih, masih ada beberapa pelosok di Sumedang, yang kurang baik akan dukungan jaringan internet. Serta, dukungan sarana dan prasarananya seperti kepemilikan handphone andorid.

“Saya pernah ke daerah Cimungkal (Wado). Di sana kurang untuk sinyal internetnya. Bila siwa membuka satu medode belajar saja, itu pasti akan berat, susah. Letak geografis itu mempengaruhi, utamanya untuk pelosok ya. Beberapa waktu lalu juga saya coba ke Cisoka, lumayan sulit juga jaringannya. Di sana itu banyak potensinya, ada siswanya, banyak. Jadi kasihan kalau penunjang lainnya seperti jaringan internetnya tidak memadai, siswa juga kan kesulitan. Dan ini juga harus jadi perhatian,” ungkapnya.

Seperti diketahui bersama, Mendikbud Nadiem akan memberikan subsidi kuota internet kepada siswa, mahasiswa, guru, hingga dosen. Subsidi kuota akan diberikan selama September-Desember 2020.

“Kami sudah mendapat persetujuan untuk anggaran sebesar Rp 9 triliun untuk tahun ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama 3 sampai 4 bulan kedepan,” kata Nadiem dalam raker bersama Komisi X DPR RI, di MPR/DPR RI, Senayan.

Rinciannya, setiap bulan siswa akan mendapat 35 GB perbulan, kemudian guru akan mendapat kuota 42 GB perbulan. Sementara itu, dosen dan mahasiswa akan mendapat kuota 50 GB per bulan. Selain itu, Nadiem telah menyediakan tambahan penerima tunjangan Rp 1,7 triliun. Dari tunjangan guru, dosen, sampai guru besar. (sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 komentar

  1. Bosan di rumah karena pandemi covid-19
    Keuangan anda berkurang karena di potong gaji
    Bola165 solusi untuk anda semua
    Buruan gabung bersama kami dan menangkan hadiahnya !!!
    Banyak promo menarik untuk anda semua
    Tunggu apa lagi buruan bermain dan menangkan hadiahnya
    Menjadi milyader bukan lagi sebuah mimpi guysss !!!!!!!

News Feed