oleh

Kena Dampak Pandemi, UMKM Harus Bangkit Lagi

SUMEDANGEKSPRES.COM , JATINANGOR – Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan SE mengapresiasi produk UMKM asal Sumedang yang tenar hingga mancanegara. Sebagai contoh, sentra kerajinan tangan dan senapan angin Cipacing yang menembus pasar Bali dan mancanegara. 

“Setelah saya mengunjungi perajin kue molen di Jatiroke, ternyata di Cipacing juga tak kalah menarik. Ada kerajinan tangan dan oleh-oleh yang ternyata pangsa pasarnya, Bali. Ini patut dipertahankan dan harus didukung agar usahanya tak mati karena pandemi,” kata Erwan di sela-sela kunjungan ke lokasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Jatiroke dan Cipacing Kecamatan Jatinangor.

Menurut Erwan, pelaku UMKM harus didukung dan dicarikan solusinya terkait apa yang menyebabkan omset UMKM turun. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak pelaku UMKM yang gulung tikar gara-gara korona dan pemberlakukan PSBB. 

“Kontribusi UMKM sendiri ke PAD Sumedang cukup besar. Sebagai contoh, jika di Sumedang banyak kuliner dan kerajinan tangan, pasti mengundang wisatawan datang ke Sumedang. Nah dari kunjungan wisatawan itu bisa menambah PAD bagi Kabupaten Sumedang. Selain itu, UMKM sendiri dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran,” katanya. 

Terkait bantuan UMKM dari pemerintah pusat senilai Rp2,4 juta per orang, di Kabupaten Sumedang sendiri ada belasan ribu yang mengajukan dan akan diproses paling lambat pertengahan September ini. 

“Bantuan UMKM dampak Covid-19 sudah ada datanya, dan sedang diversifikasi oleh BPKP. InsyaAlloh secepatnya cair,” ujarnya. 

Sementara itu Camat Jatinangor Herry Dewantara melalui Ketua Forum UMKM Kecamatan Jatinangor Hendrik Andiyana mengatakan, di Jatinangor sendiri ada ratusan pelaku UMKM yang tersebar di tiap desa. Salah satunya pusat kerajinan tangan ada di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor. 

Seperti salah satunya panahan, alat musik etnik, patung, cinderamata, layang layang, koperasi senapan angin dan klub menembak Pabeci. Juga ada UMKM lain seperti kebun hidroponik dan pemasangan jasa internet yang dikelola Bumdes.

“Di desa kami punya pelayanan desa mandiri. Di dalamnya ada pojok daring untuk mendukung anak-anak belajar daring di masa pandemi. Program desa mandiri Cipacing ini berbentuk Bumdes Net. Jadi, jika ada warga yang mau memasang internet bisa menghubungi Bumdes dengan harga per bulan sangat terjangkau,” katanya. 

Di Bumdes pun, sudah dipasang instalasi internet yang bisa dipakai anak anak sekolah belajar daring. Bahkan, jika ada warga yang mau menggunakan internet gratis silahkan datang ke Bumdes. 

“Sekarang baru dua RW.  Memasang internet di Bumdes Cipacing sangat murah hanya Rp 100 ribu per bulan, sudah unlimited,” katanya. 

Sementara itu, Ketua Yayasan Ibu Djati, Dadang Mulyadi mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sosial Yayasan Ibu Djati, yang didukung oleh Diskominfodistik Kabupaten Sumedang, dan Rukun Wargi Sumedang (RWS). 

“Kami men-support program UMKM Sumedang dengan mendatangkan Wabup ke Cipacing. Tujuannya agar pemerintah tahu permasalahan yang ada di setiap pelaku UMKM dan mencari solusinya. Yayasan Ibu Djati selalu mendorong pemerintah dalam hal menciptakan lapangan kerja dan pemberdayaan masyarakat,” katanya. (imn) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed