oleh

Pembebasan Lahan Terlunta-lunta

Warga Trauma Kasus OTD Jatigede Terulang

SUMEDANGEKSPRES.COM , CONGGEANG – Sejumlah warga pemilik lahan di lokasi pembangunan Bendungan Cipanas, Desa Karanglayung dan Desa Cibubuan Kecamatan Conggeang mempertanyakan pembebasan lahan. Pasalnya, pembangunan badan bendungan Cipanas terus dipacu.

“Mungkin sekarang sudah mencapai 70-80 persen. Gorong-gorong bendungan Cipanas sendiri sudah terbentuk dan hampir selesai tinggal melakukan pembendungan,” ujar Suhro, salah seorang warga.

Dia khawatir, jika pembebasan lahan genangan belum dilakukan dan badan bendungan cipanas selesai, nantinya menimbulkan masalah baru saat pembebasan lahan. Terutama, terkait harga yang akan didapat OTD Bendungan Cipanas.

“Kami tidak ingin pembebasan lahan untuk genangan setelah badan Bendungan Cipanas selesai, dan penggenangan sudah mulai dilakukan. Sebab, akan menimbulkan masalah baru ketika harga yang diajukan tidak cocok. Setidaknya, kami berharap pembebasan lahan genangan dilakukan secepatnya agar harga yang didapat warga sesuai dengan harapan warga,” tuturnya.

Baca juga :
OTD Jatigede Kecewa, Hasil Audensi Ngambang

Suhro berharap, pembebasan lahan wilayah genangan Bendungan Cipanas segera dilakukan. Agar, tidak muncul masalah baru apabila dilambat-lambat. “Warga pun sangat menantikan pembebasan lahan tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, warga OTD wilayah genangan Bendungan Cipanas lainnya, Otong mengatakan, warga mengharapkan proses pembebasan secepatnya dilakukan. Sampai saat ini, proses pembebasan tanah untuk wilayah genangan baru tahap pengukuran bidang tanah. Sementara, untuk penghitungan tegakkan dan bangunan hingga penentuan nominal harga belum dilakukan.

“Padahal, pihak pemerintah saat itu menjanjikan dalam tiga bulan setelah pengukuran tanah, seluruh proses pembebasan tanah akan selesai. Namun, hingga kini masih terlunta-lunta dan belum ada kejelasan,” paparnya.

Dia mengharapkan, tahapan proses pembebasan tanah segera ditempuh pemerintah. Jangan sampai pembebasan tanah dilakukan setelah Bendungan Cipanas digenang.

“Warga OTD Bendungan sangat menyesalkan jika hal itu terjadi. Sementara, pembangunan Bendungan Cipanas terus dipacu dan kini telah mencapai sekitar 80 persen,” tuturnya.

Selain itu, kata Otong, sebagai seorang petani dirinya akan mencari lagi lahan lain untuk pengganti lahan sawah yang tergenang Bendungan Cipanas. Sedangkan, harga tanah semakin hari semakin meningkat.

“Apabila semakin lambat proses pembebasan tanah, maka kami sebagai warga OTD Bendungan Cipanas akan sangat sulit mencari lahan pengganti untuk sawah kami,” pungkasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed