oleh

Sepuluh Warga Gagal Swab

Kesadaran Warga Pakai Masker Rendah

SUMEDANGEKSPRES.COM , BUAHDUA – Sebanyak sepuluh warga di Kecamatan Buahdua, batal dilakukan swab test. Pasalnya, kuota yang disediakan Pemkab Sumedang, terbatas untuk 34 orang.

“Tadi itu (kemarin, red) yang datang sampai 44 orang (untuk swab). Sepuluh orang terpaksa dipulangkan, karena keterbatasan alat. Dan kami juga sebelumnya sudah mengajukan untuk 40 orang, tapi jatahnya hanya 34,” kata Camat Buahdua Tono Suhartono kepada Sumeks.

Camat menjelaskan, pihaknya menyasar orang dari berbagai profesi. Dan dari 34 orang yang dilakukan swab test itu, kebanyakan merupakan tenaga kesehatan yang ada di wilayah Kecamatan Buahdua. Termasuk perwakilan dari 14 desa yang merupakan aparatur desa, mengingat juga kerap berhubungan langsung dengan masyarakat.

Baca juga :
Empat Pasien Covid Masih Isolasi

“Dari desa-desa itu perwakilannya ada yang satu, ada yang dua orang. Terus masyarakat, terutama dari perwakilan Iwapa Pasar Buahdua dan Pasar Hariang masing-masing satu orang. Selanjutnya pedagang kelontongan, ada itu dari paguyubannya satu orang. Tambah lagi dari sopir angkot. Termasuk pegawai kecamatan yang berhubungan juga dengan masyarakat, satpol PP, TNI maupun Polri,” jelas camat.

Namun, camat yang juga ketua gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 tingkat kecamatan, tidak ikut melakukan swab test yang dilakukan di lingkungan Puskesmas Buahdua itu. Sebab, akan menghambat pada pelayanan publik, karena setelah swab harus isolasi mandiri. 

Hanya saja, Camat Tono sudah dilakukan rapid dan swab test di awal pandemi covid-19. Karena saat itu, sempat ada warga Buahdua yang positif covid yang sekarang sudah sembuh.

“Saya gak mungkin (ikut swab kemarin). Karena saya kan terkait pelayanan pada masyarakat, saya 24 jam, ada tandatangan yang tidak bisa diwakilkan. 14 hari kan (isolasi mandiri). Ya saya sih itung-itung istirahat (ikut swab kemarin). Saya sudah dulu dan hasilnya negatif. Karena awal pandemi (di Sumedang) kan Buahdua (ada kasus), makanya saya contohkan dulu lakukan rapid dan swab,” tuturnya.

Ditanya terkait kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker di luar rumah, Camat menyebut masih rendah. Camat menyebut hanya 25 persen warga yang sadar. Namun katanya, hal itu terjadi dimana-mana seperti di Sumedang dan di Jawa  Barat.

“Tapi dengan adanya sanksi administratif protokol kesehatan, Perbup Nomor 74 Tahun 2020, masyarakat ya secara dengan terpaksa menggunakan masker. Yang keluar dari rumah dan yang pakai motor sudah pakai masker. Itu juga terpantau juga oleh saya saat melakukan penegakan perbup itu dengan tim gabungan,” tukasnya.

Sementara itu, Swab test dilakukan menggunakan alat portabel polymerase chain reaction (PCR) dan mobil Fast Lab Mobil Combat Covid-19 miliki Pemkab Sumedang. (sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed