oleh

Warga Protes Saluran Air ke Kebun

Pengembang akan Buat Sumur Resapan

SUMEDANGEKSPRES.COMN , CONGGEANG – Warga pemilik kebun di sekitar lokasi perumahan Green Park Desa Cipamekar Kecamatan Conggeang memprotes adanya saluran air dari perumahan yang dibuang ke kebun.

Warga telah melaporkan adanya drainase/saluran air dari setiap rumah di perumahan yang dibuang ke kebun milik warga ke Pemerintah Desa Cipamekar.

“Laporan itu telah kami tindaklanjuti dengan melihat keadaan yang terjadi di lapangan. Dan, itu benar adanya,” ujar Kepala Desa Cipamekar Deden Darmawan Sugara SIP saat berbincang dengan Sumedang Ekspres di kantornya, Senin (7/9).

Menurutnya, saluran air dari perumahan Green Park akan membawa limbah dari perumahan ke kebun. Disamping itu, dikhawatirkan akan mengganggu kebun milik warga terutama saat musim hujan tiba.

“Selain karena limbah yang dibuang dari perumahan, saat musim hujan dipastikan luapan aliran air dari perumahan akan mengganggu dan merusak kebun warga. Disana sendiri tidak ada sungai untuk menyalurkan saluran air dari Perumahan tersebut,” jelasnya.

Deden mengatakan, pihak Pemdes Cipamekar sendiri sempat menyarankan ke pengelola untuk membuat biofori bagi pembuangan air di perumahan Green Park. Minimal, satu rumah memiliki empat biofori.

“Namun, saran dari Pemerintah Desa Cipamekar sendiri tidak digubris dan belum direalisasikan sampai saat ini,” jelasnya.

Selain masalah saluran air, kata dia, pihaknya juga menyarankan agar lingkungan perumahan dibenteng dibuatkan Pos Satpam di pintu masuk perumahan. Agar, perumahan tidak langsung berhubungan dengan kebun milik warga.

“Benteng sendiri berfungsi untuk menjaga keamanan warga yang sudah tinggal di Perumahan Green Park itu sendiri. Karena, saat ini sebagian rumah sudah diisi oleh pemiliknya. Dan, sudah terjadi beberapa kali tindak pidana pencurian di lingkungan perumahan,” jelasnya.

Deden mengatakan, pihaknya juga telah menghimbau kepada pengelola Perumahan Green Park agar perumahan tersebut menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid 19. Diantaranya,

setiap orang yang ada di perumahan wajib memakai masker, menyediakan posko Covid 19, menyediakan tempat cuci tangan, melakukan pengecekan suhu untuk masyarakat yang datang dan pergi serta membatasi tamu yang datang dari zona merah.

“Kami berharap dapat bekerjasama dengan pihak pengelola perumahan Green Park dalam penerapan Adaftasi Kebiasaan Baru,” harapnya.

Disebutkan, himbauan itu sendiri ditembuskan ke pihak Forkopimcam Conggeang. Forkopimcam Conggeang sudah mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Desa Cipamekar.

“Namun, himbauan berbentuk surat tertulis itu belum direalisasikan oleh pihak pengelola perumahan Green Park sampai saat ini,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, saluran air pembuangan limbah perumahan berada tepat di belakang. Saluran air tersebut terdiri dari dua unit dan mengarah langsung ke kebun warga tanpa ada penyerap ataupun penghalang.

Pihak pengembang Perumahan Green Park langsung melakukan klarifikasi terkait adanya keluhan warga pemilik kebun di sekitar perumahan, Selasa (8/9).

Menurut pengembang, pembangunan yang dilakukan di perumahan Green Park belum selesai. Pihaknya mengaku akan membuat sumur resapan untuk menghindari masuknya limbah ke kebun warga sekitar.

“Namun saat ini resapan air belum sempat dibuat karena pembangunan perumahan belum selesai,” jelasnya.

Kedepannya, kata dia, dua unit saluran air yang ada tersebut akan dibelokkan ke sumur resapan. Dan, dipastikan tidak akan mengganggu kebun warga.

“Namun apabila memberatkan warga pemilik kebun di sekitar perumahan mungkin alam 2 atau tiga hari kedepan saluran tersebut akan ditutup,” tandasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed