oleh

Motif Robek Bendera untuk Terapi Anak Autis

SUMEDANGESKPRES.COM – Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang menindaklanjuti pemeriksaan kepada tiga perempuan pelaku perusakan bendera merah putih. Mereka adalah PN (50), AN (51) dan DYH (30). Hal tersebut sebagaimana di-upload di akun Instagram @satreskrimpolressumedang.

Ketiga orang itu memiliki berbagai peran berbeda. Dalam video itu, tampak seseorang memotong-motong bendera merah putih dengan menggunakan gunting, menjadi beberapa bagian. Sedangkan seorang lain memegang bendera, dan tersangka terakhir yang merekam aksi tersebut.

Potongan-potongan bendera yang sudah berserakan di lantai itu, dipungutnya. Kemudian, dilempar-lemparkan potongan bendera itu ke atas kepala, layaknya seorang anak kecil yang sedang kegirangan.

“Sudah tidak musim lagi, uuu… rusak bu rusak, nanti tahun depan beli lagi ya bu,” kata si ibu kepada orang yang tengah merekam aksinya itu, sambil terus mengulangi aksinya itu.  

Keterangan ketiga perempuan tersebut yang beredar di media sosial, mereka merusak bendera sebagai terapi bagi anak salah satu dari mereka yang mengalami autis. Anak tersebut, tidak bisa lepas dari bendera merah putih, hingga dibawa tidur.

Dengan alasan mendapat saran dari seseorang, ibu kandung anak autis tersebut, berupaya menjauhkan anaknya dari bendera. Caranya, dengan cara merobek-robek dengan tujuan si anak tidak lagi ingat dengan bendera tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada peryataan resmi dari Kapolres yang baru, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto SH SlK, MPICT MISS mengingat kemarin sore, baru dilaksanakan sertijab dan acara lepas sambut dari Kapolres lama, AKBP Dwi Indra Laksmana SIK MSi.

Hanya saja, sehari sebelumnya Kapolres lama, AKBP Dwi Indra Laksmana SIK MSi membenarkan, telah mengamankan para pelaku perusakan bendera. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

3 komentar

News Feed