oleh

Budidaya Magot dan Bank Sampah

SUMEDANGESKPRES.COM , RANCAKALONG – Sekelompok pemuda di Dusun Cimanglid RT01/07, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, melakukan sejumlah upaya untuk menangani permasalahan sampah di lingkungan mereka.

Mereka berinisiatif menjalankan bank sampah dan juga budidaya magot untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Sebab, sudah menjadi permasalahan bahkan limbah sampah rumah tangga pun selalu menumpuk setiap harinya.

Andri dan Ahmad serta kawannya berjumlah 20 orang, menjalankan lagi organisasi karang taruna bernama Citra Muda yang sudah lama vakum.

Dalam skala rumah tangga, menurutnya, sampah organik dari sisa makanan dan dedaunan bisa diolah dengan komposter sederhana atau lubang biopori. Sedangkan sampah anorganik yang bernilai ekonomis dapat ditabung melalui bank-sampah terdekat.

Salah satu cara yang dikenalkan untuk mengurangi sampah organik dari rumah tangga, adalah dengan melakukan budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sejenis lalat hitam tetapi berbeda dengan yang sering ditemukan di pekarangan rumah.

Menurutnya Andri, maggot atau larva BSF bukan merupakan vektor penyakit dan relatif aman untuk kesehatan manusia.

Populasi lalat BSF justru mampu mengurangi populasi lalat M domestica (lalat rumah). “Apabila dalam sampah organik telah didominasi oleh larva BSF, maka lalat M. domestica tidak akan bertelur di tempat tersebut,” jelas Andri.

Maggot lalat tentara hitam bernilai ekonomi tinggi. Telur lalat mempunyai harga jual yang tinggi. Selain itu, maggot dapat diolah menjadi maggot beku, maggot kering, tepung manggot, dan lain-lain, untuk digunakan sebagai pakan alternatif protein tinggi untuk ternak, unggas dan ikan.

Andri menjelaskan, juga tentang bank sampah dimana setiap seminggu sekali, mereka mengambil ke rumah warga. “Kita sortir menurut kriterianya, ada yang ditukar dengan uang yang dijual ke pengepul atau ada juga yang kita jadikan kerajinan tangan,” kata dia.

“Harapan saya, kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Cimanglid sendiri, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan alam kita agar tetap bersih dan asri karena kalau bukan kita siapa lagi? Biasakan dari hal yang terkecil dahulu seperti tidak membuang sampah sembarangan, salam lestari,” pungkasnya. (cr1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed