oleh

Balita Kurang Gizi Rentan Penyakit

SUMEDANGESKPRES.COM , CIMALAKA – Balita merupakan aset utama yang menentukan perkembangan suatu bangsa. Balita yang sehat akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berprestasi dan produktif. 

Sedangkan balita yang mengalami masalah kesehatan, selain akan menurunkan produktifitas pada masa selanjutnya juga akan menjadi beban negara.

Hal itu disampaikan Pjs Kepala Desa Cibeureum Kulon Suhena SSos saat menghadiri kegiatan Pelatihan Kader Posyandu dalam upaya pencegahan kejadian Stunting pada anak balita, Sabtu (19/9).

Menurutnya, usia balita sebagai tahapan perkembangan anak yang rentan terhadap berbagai serangan penyakit, termasuk penyakit kronis yang disebabkan kekurangan asupan zat gizi.

“Masalah gizi kronis pada balita yang sering terjadi adalah stunting yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya,” ujar Suhena.

Kegiatan Pelatihan Kader Posyandu dalam upaya pencegahan kejadian stunting pada anak balita diselenggatakan oleh Pemdes Cibeureum Kulon bekerja sama dengan Prodi Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Kegiatan diikuti oleh 30 orang kader Posyandu Desa Cibeureum Kulon.

Suhena menyampaikan apresiasinya sekaligus ucapan terima kasih kepada Prodi Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang yang telah berkenan menyelenggarakan acara.

Kegiatan tersebut disambut baik karena dipandang sangatlah penting dan sangat bermanfaat bagi para Kader Posyandu Desa Cibeureum Kulon dalam meningkatkan kapasitasnya untuk melayani kesehatan masyarakat, terutama masalah pencegahan stunting.

Hadir pula pada kesempatan pagi tadi Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Cimalaka dr Herdiawan. Dia mengatakan Kader Posyandu merupakan masyarakat yang dilibatkan Puskesmas untuk  mengelola posyandu secara sukarela. 

“Mereka merupakan pilar utama dan garis pertahanan terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena merekalah yang paling memahami karakteristik masyarakat di wilayahnya,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut para kader posyandu diberikan 4 materi. Semua materi yang diberikan mengenai upaya mencegah Stunting melalui intervensi gizi dan PMBA dan antropometri Gizi. Tak hanya itu kegiatan juga diisi dengan praktek langsung pengukuran panjang badan dan tinggi badan.

Kader posyandu sebagai peserta pelatihan sangat antusias mengikuti pelatihan dan sangat berharap agar kegiatan diadakan secara rutin. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed