oleh

Bupati Larang Menuju Zona Merah

SUMEDANGESKPRES.COM – Bupati Sumedang Dr H Dony Ahmad Munir mengimbau warga tidak bepergian ke wilayah DKI Jakarta, sementara waktu. Hal tersebut dikarenakan, hingga saat ini jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sumedang mencapai 134 orang, dan empat diantaranya meninggal.

Diketahui, keempat orang meninggal yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta.

“Kepada seluruh warga Sumedang, diharapkan untuk menunda perjalanan ke luar kota terutama ke zona merah, seperti Jakarta, Depok dan Bandung,” ujarnya kepada Sumeks, Minggu (20/9).

Baca juga :
Waspdai Perkembangan Covid-19 Terkini

Selain itu, Dony juga turut mengimbau warga Kabupaten Sumedang untuk tidak melakukan perjalanan ke daerah tetangga yang memiliki riwayat pertumbuhan Covid-19 yang cukup tinggi. Seperti Kabupaten Garut dan Majalengka.

“Kecuali sangat mendesak, silakan. Asal menggunakan protokol kesehatan,” sebut Dony.

Dony juga menjelaskan, larangan tersebut dikeluarkan terkait dengan perkembangan terkini kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya Kabupaten Sumedang.

Dimana jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, meningkat cukup signifikan. Positif  per Sabtu (19/9) kemarin, mencapai 240.687, Sembuh 174.350 dan meninggal 9.448.

“Sedangkan terakhir, dalam waktu sehari kasus positif sebanyak 4.168 orang. Itu rekor tertinggi dalam waktu sehari,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Dony, pihaknya juga minta kepada segenap personel Gugus Tugas/TNI/POLRI, Kepala SKPD, camat, kepala desa dan warga Kabupaten Sumedang untuk tetap mewaspadai perkembangan terkini Covid-19 dan meningkatkan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Tak hanya itu, terhadap kepala desa, Dony meminta agar dapat terus mengaktifkan Desa Siaga Korona, dengan mengintensifkan kembali kegiatannya.

“Forkopimcam dan puskesmas diharapkan dapat melakukan monitoring terhadap kegiatan ini. Harus melakukan pendataan bagi pendatang dari Zona merah, melakukan Isolasi Mandiri, sebelum mereka bisa berinteraksi kembali dengan masyarakat lainnya,” tuturnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed