oleh

Warga Untung-untungan Tanam Padi

Manfaatkan Lahan Waduk yang Mengering

SUMEDANGEKSPRES.COM , DARMARAJA – Sudah jadi rutinitas tahunan, setiap air waduk surut, warga memanfaatkan lahan yang sudah tidak terendam air waduk. Sebab, bagi mereka cara itu bisa untuk menyambung kebutuhan hidup.

Mereka pun memberanikan berspekulasi menggarap lahan pesawahan yang sudah tidak terendam air waduk, meski dalam kondisi kemarau.

Salah satu petani yang menggarap lahan sawah besisir waduk, Abdul menyebutkan, untuk saat ini sudah ada beberapa blok pesawahan yang kekeringan dan tidak bisa diupayakan lagi.

Namun, ada juga sebagian pesawahan yang tanaman padinya, masih hidup dan petani masih berupaya menyiramnya dengan mesin pompa air.

“Kalau yang punya pompa air, sawahnya masih bertahan, karena masih bisa menyiram tanaman padi,” kata dia.

Namun, untuk petani yang tidak memiliki pompa air, mereka mengandalkan dari mata air. Hanya saja, saat ini mata air tersebut sudah mulai kering. 

“Kadang kita gagal panen, tapi gak masalah ini kan hanya spekulasi,” kata dia.

Tak hanya warga yang memanfaatkan pesisir, petani yang memiliki lahan garapan di Kecamatan Darmaraja, pun merasakan hal yang sama. Ending, salah seorang penggarap mengaku pasrah jika tanaman padinya gagal panen.

“Kalau mendung sudah ada, tapi belum turun hujan juga. Semoga saja, tanaman padi yang lahannya sudah mengering ini, bisa terairi kembali oleh air hujan,” harap dia.

Sementara itu, warga lainnya, Rohmat, mengaku sudah mulai kekurangan air bersih. Untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari itu, dia pun harus membeli. “Ya mau bagaimana lagi, air sumur sudah kering, terpaksa beli,” kata dia. (eri/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed