oleh

FPM Minta Pemdes Transparan

SUMEDANGEKSPRES.COM, SITURAJA – Forum Peduli Mekarmulya (FPM) meminta Pemerintah Desa Mekarmulya Kecamatan Situraja, transparan terkait penggunaan anggaran bantuan pemerintah. FPM pun melakukan audensi dengan Pemerintah Desa Mekarmulya, akhir pekan kemarin.

Pantauan di lapangan, puluhan warga berbondong-bondong mendatangi kantor Kepala Desa Mekarmulya untuk mengikuti jalannya audensi tersebut.

Penasihat FPM Bambang Winasis menyebutkan, FPM merupakan forum yang dibentuk untuk membantu kemajuan Desa Mekarmulya. Seharusnya, audiensi tidak perlu digelar kalau pemerintah desa mau terbuka dari awal kepada masyarakat terkait penggunaan dana bantuan yang dikucurkan pemerintah dari berbagai sumber. Khususnya, untuk kemajuan desa dan kesejahtraan masyarakat.

“Inti dari audensi ini, kita akan minta pertanggungjawaban APBDes dalam bentuk salinan berkas. Setelah itu, APBDes dan dokumen pertanggungjawaban penggunaan anggaran bantuan itu akan kita kaji,” ujar Bambang yang juga ketua umum Relawan Bela Jokowi (BEJO).

Dia menegaskan, upaya FPM bukan berarti ingin merecoki pemerintah desa dalam penggunaan anggaran. Hanya saja, pihaknya berharap agar pemdes bisa transparan dengan masyarakatnya terkait pengalokasian berbagai anggaran yang masuk.

“Bukan maksud kita ingin merecoki pemerintahan desa, tapi ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap Desa Mekarmulya,” tegasnya.

Di tempat sama, Ketua FPM Asep Sutono menyebutkan, terbentuknya FPM merupakan langkah awal untuk mendorong Desa Mekarmulya lebih eksis dari segi perekonomian. Namun, sebelum melangkah lebih jauh untuk menjalankan program-programnya, terlebih dahulu FPM mengharapkan adanya efektifitas roda pemerintahan desa, terutama dari segi penggunaan anggaran.

“FPM menggelar audensi ini tidak lain hanya meminta pemdes lebih transparan dalam penggunaan anggaran. Oleh sebab itu, kami minta salinan pertanggungjawaban penggunaan anggaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Meksrmulya Otoy Kartasamita menyebutkan, audensi yang digelar merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat yang tergabung dalam sebuah forum yang dinamakan FPM kepada desanya. Dengan begitu, pihaknya menerima audensi tersebut dengan terbuka.

“Kami sama sekali tidak keberatan dengan adanya audensi tersebut. Karena, bagaimanapun juga itu warga Desa Mekarmulya,” tuturnya.

Kedepannya, kata dia, pihaknya akan melakukan komunikasi lebih jauh dengan FPM terkait program yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi.

“Mudah-mudahan saja, FPM bisa jadi mitra kami yang bisa membuat sebuah terobosan untuk memajukan desa dan mensejahterakan masyarakatnya,” pungkas Otoy.

Audiensi sendiri sempat memanas, namun pada akhirnya berlangsung kondusif hingga selesai. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed