30 Hektar Sawah Terendam Banjir

30 Hektar Sawah Terendam Banjir

PANTAU BANJIR: Kepala Desa Palabuan Kecamatan Ujungjaya, Ade Taryum bersama unsur Bhabinkamtibmas memantau daerah pesawahan yang mengalami banjir, kemarin. (ISTIMEWA)

PEWARTA: ATEP BIMO AS/SUMEKS

 

UJUNGJAYA – Sekitar 30 Hektar areal pesawahan di Desa Palabuan Kecamatan Ujungjaya terendam banjir cileuncang, Minggu (7/4) malam.

Banjir merendam tanaman padi yang baru berumur sekitar dua hari hingga 20 hari.

”Hingga Selasa (9/4) pagi, atau dua hari setelah banjir areal sawah yang masih terendam sekitar 15 Hektar,” ujar Kepala Desa Palabuan Ade Taryum di lokasi banjir, Selasa (9/4).

Ade menambahkan, air merendam sawah dengan ketinggian sekitar 30 centimeter diatas tanaman padi yang baru ditanam. “Dikhawatirkan tanaman padi mengalami kerusakan akibat busuk karena terendam,” tambahnya.

Ade menuturkan, penyebab banjir dikarenakan hujan deras semalaman dari Minggu (7/4) sore hingga malam. Kejadian ini sering terjadi jika hujan dan lama.

“Selain itu, karena adanya kiriman air dari wilayah areal perhutani yang gundul,” jelasnya.

Dijelaskan Ade, banjir cileuncang juga merendam sejumlah halaman rumah warga. Perinciannya, di RT 01 RW 05 Dusun Balerante kurang lebih 10 rumah dan di RT 01 RW 03 Dusun Bojongterong delapan rumah.

“Alhamdulillah, banjir hanya sampai halaman rumah, tidak merendam rumah. Namun, jika terus menerus hujan jumlah rumah yang terancam sekitar 50 rumah,” paparnya.

Dikatakan, untuk penanggulangan sementara Pemerintah Desa Palabuan dan warga melakukan pembersihan sekitar saluran air Cisema dari sampah. Semua kompak melakukan gotong royong agar kejadian banjir tidak terulang.

Ia juga menghimbau warga jangan membuang sampah sembarangan ke saluran air cisema supaya laju air lancar tidak terhambat.

“Agar aliran air lancar, saya berharap kepada pemerintah kabupaten atau instansi terkait supaya melakukan penyodetan di Sungai Cikosambian dan normalisasi Sungai Cisema,” harapnya.

Sementara itu, Kapolsek Ujungjaya AKP Aan S mengatakan banjir terjadi akibat Sungai Cimanuk meluap sehingga air naik banjir ke halaman rumah serta sawah dan Kebun. Saat ini, di halaman rumah sudah mulai surut.

“Sekarang yang ke halaman rumah sudah surut seiring turunnya debit air di Sungai Cimanuk, namun di pesawahan dan perkebunan masih terendam,” jelasnya.

Aan menuturkan, beberapa sawah dan kebun yang mulai terendam diantaranya sawah Blok Dukuh kurang lebih lima Hektar di Dusun Balerante, sawah Blok Kamal Kaler dan Kamal Kidul sekitar 15 Hektar di DusunTegal Wangon dan sawah Blok Jalan Cagak Dusun Bojong Terong sekitar 5 Hektar.

“Sawah sawah yang terendam ada yang siap dan baru ditanam, ada juga yang baru ditraktor,” pungkasnya. (atp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.