oleh

Awal Juni, New Normal di Kuningan Berjalan

SUMEDANGEKSPRES.COM, KUNINGAN – PSBB jilid II akan berakhir pada 29 Mei mendatang. Pemerintah pusat hingga daerah mempersiapkan sejumlah kelonggaran dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, termasuk Pemkab Kuningan melalui rapat yang digelar Selasa (26/5) di Crisis Center, Perkantoran Pendopo Pemkab Kuningan.

Juru Bicara Crisis Center Kuningan, Agus Mauludin menerangkan soal New Normal sebagai sikap menghadapi Covid-19 pasca PSBB, hingga vaksin atau obatnya ditemukan.

“Hal ini (New Normal) merupakan kebijakan pusat terkait sikap menghadapi Covid-19. Pasti ada yang berubah dari kehidupan normal kita sebelumnya. Toh PSBB ini juga tidak mungkin selamanya diterapkan. Kami di BPBD misalnya, telah menerapkan ‘living with disaster’ atau hidup berdampingan dengan bencana alam sebagai sikap menghadapi bencana. Ya seperti di Kabupaten Kuningan yang rawan bencana alam secara geografis,” tandasnya.

Dijelaskan Agus, yang hadir dalam rapat tersebut di antaranya Bupati H Acep Purnama dan Dinas Kesehatan. New Normal sebagaimana dikampanyekan presiden, akan berlaku pula di Kuningan. Perubahan yang sangat terasa oleh masyarakat di antaranya kewajiban penggunaan masker, menjaga jarak, dan aktivitas ekonomi tanpa kerumunan.

“Semuanya masih dalam pembahasan. Yang jelas pasca PSBB ini memang ada kelonggaran. Jika sekarang pasar tutup jam 12 siang, perbelanjaan atau toko toko tutup jam 4 sore, akan diubah. Karena ekonomi masyarakat harus berjalan,” jelasnya.

Kelonggaran yang dimaksud pasca PSBB, lanjut dia, diprediksi adalah terkait penambahan jam operasional. Ditambah sejumlah protokol kesehatan yang harus dipatuhi pelaku usaha.

“Pusat perbelanjaan mungkin buka seperti biasa, tapi nanti ada pembatasan jumlah pengunjung. Pengecekan suhu tubuh, serta tempat cuci tangan atau hand sanitizer yang wajib disediakan pelaku usaha. Yang jelas, pasca PSBB ini roda ekonomi harus berjalan”, imbuhnya.

Keputusan pasca PSBB ini akan segera dirilis menjelang 29 Mei nanti. Dikutip dari situs resmi Kemenkes RI, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 RI, Achmad Yuriarto mengatakan, New Normal dikampanyekan WHO di seluruh dunia, dengan pertimbangan lockdown atau pembatasan skala besar bukan solusi jangka panjang penanganan virus tersebut.

”Seluruh dunia pun juga sudah mengakui bahwa kita semua tidak akan bisa kembali ke kondisi normal seperti zaman dulu lagi sebelum ada pandemi Covid-19,”  kata Achmad Yurianto.

Awal Juni ini, kata dia, bisa jadi titik awal kembali bergairahnya perdagangan dan aktivitas ekonomi. Masyarakat memiliki kehidupan normal baru, dengan terbiasa menerapkan protokol kesehatan. Sehingga suatu saat nanti, vaksin atau obat Covid-19 ditemukan para ahli.  (ags/mid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed