oleh

Tak Ada Kartu Tani, Tak Ada Pupuk

Pemerintah Kendalikan Produk Subsidi

SUMEDANGESKPRES.COM , CIMALAKA – Pemerintah Desa Serang Kecamatan Cimalaka menggelar kegiatan ‘Sosialisasi Kartu Tani’ di Aula Kantor Desa Serang, Kamis (1/10).

Kegiatan menghadirkan narasumber Kepala UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan wilayah Kecamatan Cimalaka Dadi SP.

Dadi SP mengatakan, sosialisasi kartu tani dilaksanakan agar masyarakat paham manfaat kartu tani. Tujuannya, untuk memudahkan para petani dalam pembelian pupuk bersubsidi.

Karena, kalau petani belum dan atau tidak mempunyai kartu tani tidak bisa dilayani dalam pembelian pupuk bersubsidi. 

Baca juga :
Bansos Lanjutan Tunggu Instruksi

“Fungsi kartu tani sendiri, pertama untuk mengendalikan penggunaan pupuk supaya tidak berlebihan dalam penggunaannya, harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan,” ujar Dadi kepada Sumeks seusai kegiatan sosialisasi kartu tani. 

Fungsi kedua kartu tani, lanjut dia, sebagai identitas para petani bahwa petani tersebut ada di satu hamparan. Atau, ada di kelompok tani yang dimasukkan kebutuhannya direkap dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan diinput menjadi e RDKK. 

“Nanti di kartu tani akan muncul kuota berapa pupuk yang harus dibeli oleh petani yang bersangkutan,” jelasnya. 

Menurutnya, di dalam kartu tani akan muncul kebutuhan pupuk tunggal ada pupuk majemuk setiap petani. Tinggal petani memilih mana yang akan digunakan, apakah pupuk tunggal atau pupuk majemuk sesuai dengan fungsi masing masing. 

Sementara itu, Kepala Desa Serang Welly Sanjaya mengatakan sosialisasi kartu tani dilakukan untuk mengetahui manfaat, permasalahan dan solusinya bagaimana terkait kartu tani. Kegiatan ini dilakukan merupakan keberpihakan dan kepedulian Desa Serang terhadap sektor pertanian. 

“Insya Allah, kebijakan kartu tani yang merupakan kebijakan pemerintah pusat dapat mengontrol penggunaan pupuk bersubsidi di kalangan petani,” ujar Welly.

Namun, kata dia, di lapangan banyak permasalahan yang ditemui. Seperti, kartu tani yang tidak bisa dipergunakan dan belum adanya kesiapan pihak kios penyalur.

“Solusinya, sudah ada beberapa solusi yang disampaikan. Dimana yang belum membuat kartu tani bisa dimasukkan datanya ke e-RDKK sehingga bisa dipergunakan untuk tahun 2020 walaupun kartu tani ini baru akan dluncurkan tahun 2021,” tuturnya.

Dia berharap agar seluruh masyarakat Desa Serang dapat memanfaatkan keberadaan kartu tani. Dan, kepada pemilik tanah di luar Desa Serang yang memiliki sawah di Desa Serang juga bisa memanfaatkan kartu tani dengan sebaik baiknya. 

“Pemilik sawah di Desa Serang yang merupakan warga luar Desa Serang harus bergabung dengan kelompok kelompok tani yang ada di Desa Serang. Nanti, dengan penggunaan kartu tani semua harus bergabung dengan kelompok tani. Karena, dengan bergabung dengan kelompok tani akan lebih kuat,” pungkasnya. (ahm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed